Peristiwa

BPBD Droping Air Bersih ke Kawasan Dilanda Kekeringan

Foto ilustrasi

Mojokerto(beritajatim.com)– Sudah dua bulan terakhir beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto mengalami krisis air. BPBD (Badan Penangggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Mojokerto mengirimkan air bersih guna mencukupi kebutuhan air di beberapa titik di Mojokerto, Jumat (5/7/19). Wilayah yang cukup parah terkena krisis air bersih adalah Kecamatan Ngoro.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah melakukan upaya penanggulangan krisis air bersih di wilayah terdampak. Pemasangan pipa air dari Kecamatan Trawas yang disalurkan ke Desa Kunjorowesi salah satunya. Tetapi upaya itu hanya dapat menjangkau sebagian kecil wilayah terdampak. Yakni dua RT di Dusun Sumberan. Sedangkan Dusun Kandangan dan Dusun Telaga belum dapat terjangkau pipa air tersebut.

Status siaga ditingkatkan ke tanggap darurat dalam rangka pengiriman air bersih ke beberapa desa seperti Kunjorowesi, Kutogirang, Manduro Manggung Gajah. Rencanannya BPBD Kabupaten Mojokerto akan mengirim 6 tangki air bersih dengan kapasitas 4000 lt, setiap harinya.

Hal ini akan dilakukan bekerjasama dengan PDAM Mojokerto. Harga setiap tangkinya ditaksi sekitar 350 ribu, dengan kapasitas 4000lt. “Tahap awal pengiriman air bersih akan disesuaikan dengan anggaran, yakni sekitar 150 tangki air bersih. Kekurangannya akan diajukan anggaran lewat PAPBD,” kata Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M Zaini. [lis/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar