Peristiwa

Boyongan Pedagang ke Pasar Legi Ditunda, Ini Alasannya

Pasar Legi yang baru selesai dibangun. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pupus sudah keinginan pedagang untuk boyongan ke bangunan baru Pasar Legi pada bulan Syawal ini. Pasalnya, sehari sebelum tanggal 4 Juni 2021, yang semula direncanakan untuk boyongan, oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perdagkum) Ponorogo diundur dan akan dijadwalkan ulang.

“Boyongan pedagang yang awalnya rencananya tanggal 4 Juni, ada ralat dan akan dijadwalkan ulang,” kata Kabid Pasar Disperdagkum Ponorogo, Fitri Nurcahyo, Kamis (3/6/2021).

Fitri mengungkapkan pengunduran jadwal boyongan pedagang ini, ditengarahi belum rampungnya proses lelang untuk security dan cleaning service. Proses lelang untuk 13 security dan 18 cleaning service harus diulang lagi. Sehingga mereka harus menunggu hasil lelang kedua. Untuk alasan pasti kenapa diadakan lelang kedua, Fitri menyebut bahwa pihaknya tidak bisa menyampaikan. Karena itu menjadi kewenangan badan pelayanan lelang.

“Alasannya dilakukan lelang kedua, kami tidak bisa menyampaikan. Karena ini menjadi kewenangan badan pelayanan lelang,” katanya.

Lelang kedua ini, kata Fitri akan membutuhkan waktu selama 22 hari ke depan. Setelah nanti diketahui pemenangnya, maka akan diumumkan langsung. Keberadaan security dan cleaning service sangat vital untuk keberadaan bangunan baru Pasar Legi ini. Sebab untuk menjaga keamanan dan kebersihan pasar yang terdiri hingga 4 lantai tersebut.

“Kemungkinan boyongan pedagang akan dijadwalkan pada bulan Dzulhijjah dalam tahun islam atau bulan besar dalam penanggalan tahun Jawa,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar