Peristiwa

Bonek Disaster Response Team Berangkat ke Mamuju-Majene

Jember (beritajatim.com) – Bonek Disaster Response Team (BDRT), tim kemanusiaan untuk penanganan bencana yang dibentuk oleh suporter Persebaya, memberangkatkan tim ke Mamuju dan Majene, lokasi gempa di Sulawersi Barat.

Mereka sudah memberangkatkan dua orang sebagai awal untuk mendata persoalan-persoalan yang perlu ditangani di lapangan. Setelah itu, rencananya mereka akan memberangkatkan lima hingga tujuh orang untuk melakukan aksi kemanusiaan dengan kapal, Jumat (29/1/2021).

Dibutuhkan perjalanan dua hingga tiga hari dari Surabaya. Tim ini akan membawa barang-barang untuk penanganan rehabilitas rekonstruksi pascabencana selama kurang lebih 14 hari.

“Di Mamuju tidak ada Bonek. Jadi kami berangkat duluan ke sana untuk mendata apa yang diperlukan di lapangan. Setelah tahu, baru kami memberanikan diri menggalang donasi. Jadi tidak menggalang donasi dulu. Kami bergerak berdasarkan data di lapangan,” kata R. Arif Firmansyah alias Bojes, Koordinator BDRT.

Dua anggota BDRT mendata kebutuhan korban di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, yang merupakan kecamatan terakhir yang berbatasan dengan Kabupaten Majene yang menjadi episentrum gempa. “Fokus kami di Tapalang. Di sana ada dua kelurahan, empat dusun. Setiap posko kurang lebih ada dua ribu orang pengungsi yang berada di atas bukit,” kata Bojes.

Para pengungsi itu terpapar panas jika siang hari karena keterbatasan atap pelindung. Selain itu mereka kesulitan air. “Ada di sana sumber air. Tapi tidak dikonsumsi karena mengandung kapur,” kata Bojes. Mereka mengungsi ke perbukitan karena khawatir ada tsunami pasca gempa.

Jadi, menurut Bojes, Bonek akan membangun hunian sementara untuk pengungsi, karena kurangnya terpal pelindung. Kedua, penanganan risiko sosial, terutama penyembuhan trauma untuk anak-anak kecil. “Ada juga pembangunan musala,” katanya.

Elemen Bonek dari semua tribun stadion menggalang dana kemanusiaan dan menyalurkannya lewat BDRT. “Bagaimana caranya hasil sumbangan itu difungsikan di daerah-daerah terpencil,” kata Bojes. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar