Peristiwa

Bocah Kelas V SD Meninggal Tersengat Listrik

foto/ilustrasi

Gresik (beritajatim.com)– Nasib naas dialami oleh Sahrul Imam (11) seorang bocah kelas V SD di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Gresik.

Imam nama panggilannya tewas tersengat listrik saat bermain bola bersama dua temanya di Jalan Desa Kutil dekat rumahnya.

Kejadian tewasnya Imam bermula saat sedang bermain bola bersama dua temannya di Jalan Desa dekat rumahnya. Sewaktu asyik bermain bola plastik. Tiba-tiba bolanya masuk ke dalam saluran air, kemudian korban bermaksut untuk mengambil bola tersebut. Namun, naasnya Imam memegang tiang lampu penerangan jalan yang berada di dekatan saluran air.

Saat dipegang, tubuh Imam tiba-tiba langsung lemas dengan posisi memegang tiang lampu, serta kepala menempel tiang dengan keadaan tidak sadarkan diri. Tenyata tiang lampu dari pipa besi itu diduga ada aliran listrik.

Mengetahui ada bocah tewas tersengat listrik. Warga yang mengetahui saat melintas langsung membawa korban ke Rumah sakit Benowo, Surabaya dengan menggunakan sepeda motor. Sayangnya, nyawa korban sudah tidak tertolong, diduga korban sudah meninggal saat di perjalanan.

Kapolsek Menganti AKP Ramadhan nasution mengatakan, membenarkan kejadian tersebut di duga korban tewas tersengat arus listrik saat mengambil bola di saluran air. Dari hasil penyelidikan tidak ditemukan tanda kekerasan dalam tubuh korban.

“Ada dugaan karena tersengat listrik dan keluarga korban menolak utuk tidak dilakukan otopsi dan membuat surat pernyataan tidak dilakukan otopsi karena telah menerima kematian korban karena sudah takdir,” katanya, Jumat (27/09/2019).

Ramadhan menambahkan, terkait dengan kejadian ini. Dirinya, menghimbau kepada orang yang memiliki anak untuk memwaspadai saat sedang bermain.

“Agar berhati-hati dan lebih waspada lagi,” imbuhnya. [dny/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar