Peristiwa

BMKG Banyuwangi Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Banyuwangi (beritajatim.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas III Banyuwangi mencatat terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah perairan pesisir Banyuwangi. Terutama, nelayan maupun wisatawan yang berlibur di kawasan pesisir diimbau agar waspada. Mengingat cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan terjadi dalam sepekan ke depan.

“Dalam tiga hari terakhir, angin kencang dan gelombang tinggi terdeteksi terjadi di pesisir selatan jawa dan perairan Selat Bali. Diperkirakan masih akan berlangsung sampai sepekan ke depan,” kata prakirawan BMKG Kelas III Banyuwangi, Yustoto Windiarto, Selasa (12/11/2019).

Kondisi itu, kata Yustoto, disebabkan dampak dari perubahan musim pancaroba. Pasalnya, bulan November ini merupakan peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

“Musim pancaroba ini, berdampak pada tingginya gelombang, angin kencang, petir, dan intensitas hujan tinggi. Selain itu, daerah perairan selatan yang masuk ke laut lepas serta masih adanya tekanan angin lebih tinggi membuat gelombang tinggi terus terjadi,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan BMKG, tinggi gelombang di perairan selatan Banyuwangi mencapai tiga meter lebih. Sementara tinggi gelombang di selat Bali mencapai 0,3 sampai 1,3 meter. “Untuk kecepatan angin masih rata-rata 10 sampai 18 knot,” ujarnya.

Selain angin kencang dan gelombang tinggi, sebagian wilayah Banyuwangi diprediksi akan mengalami hujan ringan hingga sedang dalam sepekan ke depan. “Ini sudah memasuki musim penghujan. Sebagian wilayah akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” pungkasnya.

Sementara itu, Sukoco salah seorang nelayan Muncar mengatakan, dia telah merasakan kondisi cuaca ekstrem tersebut. Meski demikian, para nelayan tetap melakukan aktifitas melaut.

“Ya tetap harus melaut mas. Ini sumber pencarian kami, ya dari nyari ikan di laut. Yang pasti selalu berdoa dan waspada, semoga tidak terjadi apa-apa saat kita mencari ikan. Kita tetap melaut karena hanya ini sumber kebutuhan warga di sini,” katanya. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar