Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Bluefish Undang Nikita Mirzani Joget Hingga Subuh, DPRD Surabaya: Pemkot Tutup Mata!

Nikita Mirzani di Bluefish

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafii menyayangkan Rekreasi Hiburan Umum (RHU) Bluefish yang nekat buka hingga subuh. Apalagi, lokasi RHU berada ditengah kota yang dekat dengan Grahadi dan Balai Kota Surabaya.

“Lokasinya itu tengah kota, dekat Grahadi, Balaikota. Itu sangat mencolok, tidak mungkin Satpol PP atau Gugus Tugas tidak tahu,” kata dia saat dihubungi beritajatim.com, Selasa (7/12/2021).

Legislator Nasdem ini menduga pihak Pemkot dan jajarannya tutup mata. Bahkan bisa lebih dari itu, jajaran pemkot dicurigai turut melakukan pengamanan.

“Dalam aturannya jelas, mereka memang diperbolehkan buka tetapi maksimal pukul 24.00. Jelas itu ada oknum yang memberikan bekingan, karena itu ditengah kota sangat mencolok sekali. Buka sampai subuh dan aman-aman saja,” katanya menegaskan.

Menurutnya, itu menciderai kepercayaan masyarakat terhadap penegak perda yang cenderung tebang pilih. Apalagi, hampir semua RHU telah menandatangani Pakta Integritas.

“Para penegak perda ini tegas terhadap masyarakat kecil, tetapi lembek terhadap pengusaha besar. Jika terus seperti ini kepercayaan masyarakat tidak hanya turun tapi hilang,” bebernya.

Dia meminta pemkot untuk menindak tegas RHU yang membandel dan melanggar Pakta integritas yang telah disepakati. Dia berharap pemkot tidak hanyak gertak saja.

Menurut Imam, Bluefish itu sudah dipanggil. Diberikan peringatan oleh pemkot, yang disebut sebagai peringatan terakhir. Harusnya pemkot memberi sanksi yang tegas, penyegelan hingga mencabut izin.

“Maka kami mengingatkan pemkot, ini terkait marwah pemerintah kota, marwah dari Wali Kota Surabaya. Mereka (RHU) yang sudah diberi sanksi kemudian melanggar lagi. Sanksinya harus lebih tegas dan keras. Bila perlu penutupan dan pencabutan izin,” tegas Imam.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan rekreasi hiburan umum (RHU) yang melanggar pakta integritas. Salah satunya tetap beroperasi melebihi pukul 24.00.

“Kami cek dan awasi,” tegas Eddy usai hearing RHU di DPRD Surabaya, Rabu (3/11/2021).

Tambah Eddy yang juga Koordinator Penegak Hukum dan Kedisiplinan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya ini, bahwa RHU yang melanggar pakta integritas akan ditutup. Berdasarkan pernyataan di pakta integritas yang ditandatangani pihak RHU, jika melanggar akan ditutup selama empat bulan.

“Ini peringatan terakhir, setelah ini kami gerak, ketika kami temukan, bukan hanya yang ini, termasuk yang lainnya, kalau melebihi jam 24.00 belum tutup, kami segel kami gembok dan kita berhentikan selama 4 bulan seperti pakta integritas,” tandasnya.(asg/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar