Peristiwa

BLK PT CKS Bantah Temuan Kekerasan BP2MI Kepada Calon TKW

Kepala Cabang Balai Latihan Kerja (BLK) PT Central Karya Semesta (PT CKS) Malang, Maria Imelda Indrawati Kusuma dan kuasa hukumnya Gunadi Handoko.

Malang(beritajatim.com) – Kepala Cabang Balai Latihan Kerja (BLK) PT Central Karya Semesta (PT CKS) Malang, Maria Imelda Indrawati Kusuma membantah temuan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani saat melakukan inspeksi mendadak ke tempat itu pada Sabtu, (12/6/2021) lalu.

“Kami tidak pernah mendorong dan melakukan tindakan hukum ke calon PMI. Kami adalah mitra pemerintah, dalam kasus ini kami berharap ada perimbangan,” kata Maria, Selasa, (15/6/2021).

Sebelumnya, Benny menemukan sejumlah pelanggaran setelah mencuatnya kabar 5 calon TKW di tempat ini kabur dari ketinggian 15 meter pada Rabu pekan lalu. 5 TKW ini kabur dengan cara melompat menggunakan tali dari selimut. 3 orang terluka dan harus dioperasi sedangkan 2 orang lainnya kabur.

Temuan yang diungkapkan Benny antara lain, larangan penggunaan handphone, pemotongan gaji selama 8 bulan usai bekerja di luar negeri, tidak mendapatkan salinan fisik perjanjian kerja, kasus kematian yang dianggap ditutup-tutupi hingga pelecehan seksual. Untuk pelecehan seksual, pernah ada calon TKW mengenakan celana pendek lalu celannya diturunkan hingga membuat malu karena dilihat oleh calon TKW lainnya.

“Itu tidak betul. Sesungguhnya anak itu menggunakan celana sangat pendek, inisiatifnya di plorotin supaya sampai dengkul bukan sampai diplortin kelihatan celana dalamnya. Kami mengajarkan karakter. Karena kami menggunakan standar luar negeri, kalau kami melorotkan celana berarti kami membuat malu orang,” ujar Maria.

Sementara itu, kuasa hukum BLK PT CKS Gunadi Handoko berharap ancaman sanksi penutupan tidak dilakukan karena ada beberapa calon TKW yang segera diberangkatkan ke luar negeri berdasarkan penempatan kerja. Saat ini yang mereka lakukam adalah menghormati proses hukum yang sedang diusut oleh penyidik dari Polresta Malang Kota.

“Kalau ditutup bagaimana dengan nasib pekerja migran sekarang mereka ingin berangkat ke luar negeri. Mereka kan juga memberikan devisa untuk negara apalagi. Proses hukum kami selaku penasehat hukum menghormati teman penyidik. Kami akan menghormati proses hukum ini. Kami berharap calon pekerja migran ini segera berangkat,” tandas Gunadi. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar