Peristiwa

BKSDA Amankan Temuan Tengkorak Diduga Macan Kumbang di Kota Malang

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur menerima serah terima tengkorak diduga Macan Kumbang dari tokoh masyarakat Merjosari, Luhtfi Jayadi Kurniawan di Wisma Kalimetro, Kota Malang, pada Senin, (7/9/2020).

Malang (beritajatim.com) – Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur menerima serah terima tengkorak diduga Macan Kumbang dari tokoh masyarakat Merjosari, Luhtfi Jayadi Kurniawan di Wisma Kalimetro, Kota Malang, pada Senin, (7/9/2020). Tengkorak ini sebelumnya ditemukan di bawah Sungai Metro, Merjosari pada Sabtu, (5/9/2020).

Penemu tengkorak ini adalah Komunitas Jelajah Jejak Malang, Lulut Adi Sucipto bersama rekannya bernama Azis. Sejak awal dia menduga bahwa tengkorak ini merupakan jenis binatang karnivora. Usia tengkorak diduga 50 tahun. Setelah menemukannya, tengkorak diserahkan ke tokoh masyarakat setempat.

“Saya menemukan, di aliran Sungai Metro waktu saya cari benda-benda bersejarah atau artefak-artefak di sungai. Kami menemukannya saat meraba-raba dasar sungai. Dari struktur tulangnya. Ini jelas bukan sapi. Ini tergolong hewan jenis karnivora. Kemungkinan Macan Kumbang,” ujar Lulut, Senin, (7/9/2020).

Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah IV BBKSDA Jatim, Mamat Ruhimat mengatakan dirinya tidak bisa memastikan tengkorak ini berasal dari kucing besar jenis apa. Untuk itu, tengkorak ini akan dikirim ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogor, Jawa Barat. Untuk memastikan apakah benar tengkorak temuan warga adalah Macan Kumbang atau dengan nama latin, Panthera pardus melas.

“Kami akan kirimkan ke LIPI. Di sana akan dilakukan uji laboratorium. Akan dilakukan tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA). Pada kesempatan ini kami hanya menduga bahwa ini dari jenis kucing besar. Jenis kucing besar itu termasuk harimau, macan tutul dan lain-lain,” papar Mamat.

Mamat mengatakan, untuk hasil uji labolatorium kemungkinan akan keluar sekira sebulan. Dia menyebut, jika hasil test DNA menunjukan Harimau Jawa, Macan Tutul atau Macan Kumbang tentu akan bermanfaat bagi penelitian.

“Beratnya 0,8 kilogram atau 8 ons. Untuk hasilnya nanti masih menunggu uji labolatorium, kira-kira satu bulan. Jika benar (jenis kucing besar) kami akan komunikasikan dengan atasan. Yang jelas ini bermanfaat untuk penelitian lebih lanjut,” tandas Mamat. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar