Peristiwa

Besok Demo Serikat Pekerja Tolak UU Cipta Kerja di Satu Titik

Surabaya(beritajatim.com) – Ribuan buruh kembali berencana turun jalan menggelar aksi lanjutan penolakan UU Omnibus Law di Surabaya. Aksi tersebut rencananya akan digelar pada Selasa (20/10/2020) hingga Jumat (23/10/2020). Aksi tersebut fokus di Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo.

Lyan Widiya dari Serikat Pekerja Danamon yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law Jawa Timur menjelaskan aksi tersebut sementara fokus satu titik. Rencananya ada 3000 massa yang terdiri dari aliansi sejumlah serikat pekerja.

“Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada mahasiswa juga yang turun ke lapangan. Yang pasti kita masih menyuarakan aksi ini karena kita perlu aturan jelas, transparan dan memiliki jiwa Pancasila. Termasuk sila ke lima,” tegasnya kepada beritajatim.com, Senin (19/10/2020).

Lebih lanjut Lyan menjelaskan, sejauh ini pihak pemerintah belum transparan terkait UU Omnibus Law atau Cipta Kerja ini. Bahkan beredarnya RUU atau UU Omnibus Law di jejaring sosial juga dirasa belum tentu benar. Sehingga, penerapan UU ini harusnya pemerintah memberikan akses keterbukaan publik, jelas dan transparan.

Sebab, dengan begitu maka masyarakat akan mengetahui bagaimana RUU dan seperti apa UU yang sudah disahkan ini. Jika memang sudah disahkan, lanjut Lyan, pemerintah harus membuat kontrol UU melalui Peraturan Presiden atau Keputusan Presiden.

AKBP Hartoyo saat memimpin apel pagi di Polrestabes Surabaya, belum lama ini.(Humas)

“Yang pasti kita desak agar Keputusan Presiden dibuat untuk menindaklanjuti UU Cipta Kerja ini. Maka kami akan turun jalan dan kembali menyuarakan,” katanya.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo membenarkan akan ada aksi buruh susulan tersebut. Kepolisian saat ini sudsh mempersiapakan sejumlah skenario baik antisipasi keamanan, keselamatan dan ketertiban umum.

Sehingga, masyarakat yang tak ikut aksi yang hendak memakai fasilitas umun juga mendapatkan haknya. “Benar sudah ada surat pemberitahuan. Kami juga sudah membuat sejumlah skenario yang harapannya tetap menjaga Kamtibmas,” tandasnya.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar