Peristiwa

Berusia 98 Tahun, Pabrik I PT Semen Padang Dijadikan Museum

Padang (beritajatim.com) – Pabrik Semen Padang I yang berada di kelurahan Indarung Kecamatan Lubuk Kilangan sekitar 15 Km dari kota Padang dengan ketinggian 200 meter dari permukaan laut akan dijadikan museum setelah ditutup sejak tahun 1999.

Pabrik PT Semen Padang (Semen Gresik Group) I yang mulai berproduksi sejak tahun 18 Maret 1910 merupakan pabrik semen pertama di Indonesia yang didirikan pemerintah kolonial Belanda.

“Pabrik Indarung I atau cikal bakalnya pabrik Semen Padang telah berhenti produksi dan hanya memproduksi jenis-jenis tertentu,” kata Drs. E. Irzal, Akt. MBA Direktur Utama PT Semen Padang kepada wartawan media visit PT Semen Gresik, Rabu (26/03/2008).

Dijelaskannya terakhir produksi pabrik mencapai sekitar 400 ribu ton per tahun semen dan diedarkan di seluruh wilayah Sumatera Barat hingga Palembang hingga Pakanbaru.

“PT Semen Padang telah melakukan kerjasama dengan pabrik semen yang berada di Denmark membuat maket meseum sebagai cikal-bakal adanya revolusi industri,” katanya.

Dijelaskannya hingga kini PT�Semen Padang dengan empat pabriknya yaitu Indarung II,III,IV dan V terus melakukan optimalisasi kebutuhan semen di wilayah Sumatra.

“Tahun 2008 ini kami menargetkan produksi sekitar 6 juta ton setiap tahun,” imbuh E Irzal.

Tahun 2007 lalu kata E Irzal produksi PT Semen Padang mencapai sekitar 5,2 juta ton dan akan ditingkatkan terus-menerus hingga mencapai 7 juta ton.

Hingga saat PT Semen Padang juga telah melakukan eksport ke beberapa negara seperi Srilanka, Timur Tengah, Bangladesh, Afrika hingga Uni Emirat Arab.

“Ekspor ke mancanegara mencapai 1,5 ton melalui pelabuhan Teluk Bayur yang dimiliki PT�Semen Padang,” imbuhnya.

Menurut E Irzal dengan mempunyai pelabuhan PT Semen Padang mampu memenuhi kebutuhan semen di wilayah Sumatra maupun negara terdekat.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar