Peristiwa

Bersama Melawan Corona, Bagi-bagi Nasi Bungkus Hingga Penyemprotan

Surabaya (beritajatim.com) – Wabah virus corona semakin dirasakan menekan bagi sejumlah masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ka bawah yang berpenghasilan rendah. Mereka adalah para tukang ojek online, ojek pangkal, tukang sampah, supir lyn atau angkot, tukang becak, kuli bangunan dan para pengusaha klontongan kecil di pasar.

Kondisi ini pun mengetuk hati para relawan untuk membagikan sedikit hartanya. Beritajatim.com mencoba menggali dan mengumpulkan foto milik warga dan hasil jepretan reporter. Seperti kumpulan foto warga yang membagikan nasi bungkus menggunakan sepeda motor.

Aksi ini pun menjadi pusat perhatian warga baik untuk mengabadikan foto maupun mengambil makanan. Makanan ini merupakan hasil donasi perorangan yang tergabung dalam komunitas Suroboyoan. Melalui donasi anggota Rp 10 ribu per orang, ternyata bisa membuat seratus bungkus makanan beserta lauknya.

“Saya setiap hari selalu masak bersama kawan-kawan dan tetangga. Dananya dari rekan alumni kuliah, komunitas, alumni SMA, SMP dan banyak lagi. Alhamdulillah setiap hari bisa bikin acara sosial, saya sangat bersyukur. Membagikannya juga bareng warga, saudara atau tetanggga,” ucap Barto kepada beritajatim.com, Jumat (17/4/2020).

Menurut Barto, aksi seperti ini bisa membuatnya lega. Terlebih senang dan plong di hati karena banyak yang peduli. Sumbangan tersebut melalui rekening pribadi dan pemberian secara langsung. Barto juga berencana membuat dapur khusus yang diharapkan nantinya bisa terus memasak makanan yang hendak dibagikan.

Sebelum corona, Broto dkk tadinya membagikan nasi bungkus seminggu atau dua minggu sekali. Tergantung dana bantuan yang disalurkan rekan sekolah dan rekan lainnya. Yang pasti, sejak dua pekan terakhir, Broto dkk setiap hari membagikan nasi bungkus dan lauk pauk seadanya.

“Senang sekali pokoknya. Kalau ada yang ngabari ngasih bantuan itu plong banget rasane ati (terasa di hati-red). Saya haya bisa berdoa supaya aksi ini terus berjalan sampai corona berlalu,” pungkasnya.

Sisi lain, sosok Suprapto, Manejer Humas PT KAI Daop 8 ini juga bersama berbagai komunitas kereta api dan PT KAI berbagi. Mereka tak hanya bergerak membagikan bantuan baik makanan atau uang tunai. Menurutnya, melakukan aksi penyemprotan ke masjid, mushola dan tempat ibadat ia lakukan bersama rekan kerjanya.

Dana yang diperoleh selain dari kantor, Prapto juga mengajak rekan kerjanya untuk bersama membantu warga Surabaya. “Awal ide hanya sekali atau dua kali saja. Tapi melihat wabah corona cukup panjang, maka kami lakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Harapannya supaya masyarakat lingkungan masjid tetap bisa beribadah dengan bersih aman dan nyaman dari gangguan virus,” ujarnya.

Selain itu komunitas pecinta alam Pegiat Alam Bebas di Nginden, Surabaya juga menggelar aksi bersama melawan corona. Para pendaki gunung ini melakukan penyemprotan disinfektan di rumah warga, lingkungan dan juga tempat ibadah.

Awalnya mereka mencoba mengumpulkan donasi dari para anggota ‘penggila gunung’. Hanya saja, karena membutuhkan alat penyenprotan, maka mereka pun meminjam ke petani terlebih dulu. Sampai akhirnya pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan alat penyemprotan.

“Awalnya kita pinjam. Tapi akhirnya justru diberi bantuan alat. Ya kita tak hanya menyemprot di rumah warga, tapi di tempat ibadah juga. Saat ini lokasi utamanya ada empat titik di Surabaya dan Sidoarjo. Diharapkan bisa terus berkala sampai situasi benar-benar kondusif,” ujar Lukas Irannala, relawan pecinta alam. [man/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar