Peristiwa

Bermaksud Melerai, Pelajar Ini Jadi Korban Pengeroyokan

foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Pelajar asal Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto menjadi korban pengeroyokan. Alam Janfirus Pradana (15) bersama temannya, Selamet hendak melerai justru jadi korban pengeroyokan.

Ayah korban Supriyanto (46) mengatakan, saat itu pada, Rabu (13/3/2018), sekitar pukul 01.30 WIB keduanya hendak pulang dari melihat budaya bantengan. “Tiba-tiba, anak saya dan temannya melihat belasan orang sedang ribut,” ungkapnya, Jumat (22/3/2019).

Masih kata ayah korban, keduanya usai melihat budaya bantengan dalam acara hajatan warga Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kedua menghampirinya dengan maksud melerai, namun justru menjadi sasaran pengeroyokan belasan pemuda tersebut.

“Anak saya mengalami luka lebam pada mata kanan hingga penglihatannya menjadi buram dan Selamet luka lebam pada bagian wajah. Warga yang melihat kemudian melerai dan membawa anak saya ke RS Sumberglagah. Setelah kejadian itu anak saya juga mengalami munta darah,” katanya.

Ayah korban menambahkan, saat ini anaknya sudah pulang dari rumah sakit namun, kondisi matanya tidak begitu jelas seperti sebelumnya. Peristiwa tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Pacet, namun ia mengaku hingga kini belum ada kejelasan.

Sementara itu, Kapolsek Pacet, AKP Didik Budi Hariyono, mengaku tindak pidanan pengeroyokan itu masih dalam proses penyelidikan. “Masih dalam penyelidikan petugas,” tegasnya singkat.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar