Peristiwa

Berlumpur, Basarnas Kesulitan Temukan Pemancing Tenggelam di Mojokerto

Lokasi orang tenggelam di kolam area persawahan Dusun Kletek RT 11 RW 07, Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pencarian pemancing yang tenggelam di kolam area persawahan Dusun Kletek RT 11 RW 07, Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis (18/3/2021) belum membuahkan hasil. Ini lantaran kolam area persawahan tersebut berlumpur.

Selain itu, di lokasi kejadian jiga terdapat banyaknya tumbuhan air dan kontur tanah dasar kolam yang beragam. Sehingga kondisi tersebut menyulitkan dua teknik yang diterapkan Basarnas dalam pencarian. Yakni teknik jangkar dan teknik manuver perahu karet.

Anggota relawan, Faizin mengatakan, kontur tanah di dasar kolam di lokasi kejadian berbeda-beda. Kedalaman kolam bervariasi antara 3 sampai 5 meter lebih. “Kita gunakan dua teknik dalam pencarian korban. Yakni teknik jangkar dan teknik manuver perahu karet,” ungkapnya.

Masih kata Faizin, jika nanti teknik jangkar tidak bisa maka akan menggunakan teknik selam. Menurutnya, belum ditemukannya korban lantaran medan yang cukup sulit. Lumpur tebal dan banyak kangkung.

“Sehingga agak sulit pencarian korban. Sekitar 100 orang dari berbagai unsur yang diterjunkan untuk mencari korban. Hingga Kamis sore, korban belum ditemukan sehingga pencarian korban akan dilanjutkan Jumat besok,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang pemancing tenggelam di kolam yang berada di kolam area persawahan Dusun Kletek RT 11 RW 07, Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Sebelum tenggelam, pancing korban tersangkut sehingga korban mencaba meraih pancing miliknya.

Korban bernama M Ma’ruf (35) warga Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Di sekitar lokasi diamankan sejumlah barang milik korban. Diantaranya sepeda motor Suzuki Shogun nopol S 2450 QE, payung warna ungu dan tas ransel berisikan celana jeans serta alat pancing. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar