Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Baiat Santri Baru Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto

Berkhidmat untuk Kyai, Bersilat Menjaga NKRI

Pembaiatan Santri Baru Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto di Wisma PCNU, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Pencak Silat Nahdhatul Ulama (PC PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto menggelar pembaiatan santri baru Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto di Wisma PCNU, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, sekaligus Harlah ke-36 PSNU Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto. Protokol kesehatan (prokes) menjadi pesan yang disampaikan.

Dengan tema “Berkhidmat untuk Kyai, Bersilat menjaga NKRI”, sebanyak 367 santri yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Mojokerto mengikuti prosesi pembaiatan santri baru. Pembaiatan santri baru yang dihadiri Ketua Pagar Nusa Jatim dan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto mewakili Bupati Mojokerto tersebut menerapkan prokes Covid-19 secara ketat.

Ketua Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto, Budi Mulyo mengatakan, baiat santri merupakan kegiatan rutin PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto. “Harapan kami, kita semua harus berhati-hati agar selalu menjaga protokol kesehatan yang ketat supaya tidak tertular Covid-19 varian baru yaitu Omicron yang sangat berbahaya ini,” ungkapnya, Minggu (30/1/2022).

PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto selalu melaksanakan latihan di masing-masing rating rutin tiga kali dalam satu minggu dan juga digelar qotmil Qur’an. Budi menjelaskan, Pagar Nusa didirikan bukan untuk geng tawuran, bukan untuk alat kepentingan politik yang tidak sesuai dengan akidah Nahdlatul Ulama akan tetapi untuk menjaga adad, budaya dan menjadi pagarnya ulama.

Ketua Pagar Nusa Jatim, Abdul Muchid mengatakan, Pagar Nusa merupakan paguyuban untuk mewadahi seluruh para santri NU agar selalu memperjuangkan pedoman ahli sunah wal jama’ah. “Karena saat ini, banyak yang mengaku ahli sunah wal jama’ah tapi dalilnya berbeda. Sehingga Pagar Nusa sebagai benteng pagar harus kuat jaga nama baik ulama. Tunjukan kepada masyarakat dengan kehadiran Pagar Nusa masyarakat menjadi aman,” katanya.

Sementara itu, sambutan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmwati yang dibacakan oleh Sekdakab Mojokerto, Teguh Gunarko mengatakan, jika Pagar Nusa dibentuk untuk melestarikan budaya bangsa sehingga Pagar Nusa harus bisa mengayomi masyarakat dan jangan menjadikan kehadiran Pagar Nusa menjadikan masyarakat takut.

“Saat ini, situasi masih dalam pandemi Covid-19. Penyebaran di wilayah Kabupaten Mojokerto sudah semakin pesat, harapan kami agar para santri menjaga dengan tetap mematuhi prokes. Penyebaran virus Covid-19 varian Omicron sangat cepat dan ganas, oleh sebab itu kegiatan ini harus tetap mematuhi prokes yang ketat,” pesannya.

Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH Abdul Adzim Alwi berharap kepada para santri baru Pagar Nusa agar mencontoh seperti padi semakin berisi semakin menunduk. “Pagar Nusa tidak usah menyerang sudah menang karena Pagar Nusa mendapat karomah dari para kyai,” tegasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar