Peristiwa

Berjalan Kaki, Kapolresta Mojokerto Sosialisasi dan Edukasi Pentingnya Masker

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi membagikan masker dan beras kepada para tukang becak di jalanan Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dengan berjalan kaki, Kapolresta Mojokerto melakukan sosialisasi dan membagikan masker serta paket beras kepada warga terdampak Covid-19 di wilayah hukum Polresta Mojokerto. Sosialisasi dan edukasi ini dilakukan dalam rangka implementasi Impres No 6 Tahun 2020.

Sebanyak 500 paket beras isi 5 kg, 1.350 buah masker dan 350 botol handa sanitizer dibagikan kepada warga terdampak Covid-19 di wilayah hukum Polresta Mojokerto. Mengambil start dari Stasiun Kereta Api Mojokerto, rombongan bergerak ke arah Jalan Gajah Mada, Jalan HOS Cokro Aminoto, Jalan PB Sudirman, Jalan Residen Pamuji dan kembali ke Mapolresta Mojokerto.

Tak hanya membagi-bagikan, namun mantan Kapolres Sumenep ini juga mengingatkan akan pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas ke luar rumah. Kapolresta Mojokerto langsung mengenakan masker kepada warga terdampak Covid-19. Seperti tukang becak, tukang ojek, gepeng, pengemis maupun pedagang asongan.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, Polresta Mojokerto bekerja sama dengan Kodim 0815 Mojokerto melaksanakan kegiatan yang sifatnya sosialisasi maupun edukasi terhadap masyarakat terkait pentingnya bermasker sebagai implementasi dari Impres No 6 Tahun 2020.

“Dimana kami sudah membuat jadwal atau rencana sejak tanggal 18 Agustus sampai 23 Agustus 2020, akan dilaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tanggal 24 Agustus sampai 24 September 2020, kita akan lakukan penegakan hukumnya,” ungkapnya, Rabu (19/8/2020).

Sehingga pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa rajin menggunakan masker ketika melaksanakan aktivitas di luar rumah. Ketika saat melakukan aktivitas di luar rumah ditemukan tidak menggunakan masker, maka akan diberikan pemberian sanksi sesuai dengan Impres No 6 Tahun 2020.

“Sanksi adalah sanksi sosial, melakukan kebersihan di tempat umum maupun sanksi-sanksi lainnya sebagai efek jera kepada masyarakat yang tidak patuh menggunakan masker. Kami juga melakukan pembagian sembako untuk warga yang terdampak Covid-19. Diantaranya tukang becak, petugas parkir, penjual cendel dan lainnya,” katanya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar