Peristiwa

Berikut Penetapan Elevasi Siaga Banjir Terbaru dari BBWS Bengawan Solo

Bojonegoro (beritajatim.com) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Perusahaan Umum Jasa Tirta 1 membuat nota kesepakatan baru dalam hal penentuan elevasi tingkat siaga banjir di Wilayah Sungai Bengawan Solo tahun 2020/2021.

Dalam perubahan penetapan level siaga banjir itu dibuat pada Selasa 3 November 2020 di Kantor BBWS Bengawan Solo. Sebelum penetapan mereka melakukan pembahasan dan diskusi terkait tingkat siaga banjir di Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun.

Beberapa hal yang menjadi kesepakatan, diantaranya melakukan review elevasi tingkat siaga banjir di Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk menentukane elevasisiaga banjir pada pos siaga banjir di sepanjang Sungai Bengawan Solo berjumlah 20 titik dan di sepanjang Sungai Madiun sebanyak 4 titik.

“Updating geometri sungai berupa cross section dan long section sesuai dengan ketentuan atau pedoman yang berlaku di Indonesia pada Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun, dilakukan mulai dari hulu hingga hilir sungai pada titik-titik yang dapat mewakili seluruh segmen atau ruas sungai dan diselesaikan selambat-lambatnya dalam 3 tahun,” ujar Pejabat Pengambil Komitmen, Operasional dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (PPK OP SDA) wilayah hilir BBWS Bengawan Solo, Antonius Suryono, Jumat (5/2/2021).

Selain itu, beberapa kesempatan baru yakni, elevasi tingkat siaga banjir di DAS Grindulu, DAS Lorog, DAS Lamong, DAS Corong, DAS Bengawan Solo akan diselesaikan selambat-lambatnya dalam 3 tahun. Melaksanakan rasionalisasi jumlah dan penempatan pos hujan dan pos duga air untuk mendukung penyusunan dan updating dalam rangka penetapan elevasi tingkat siaga banjir sungai-sungai di dalam Wilayah Sungai Bengawan Solo selambat-lambatnya dalam 3 tahun.

Pada poin kelima, setiap lokasi pos siaga banjir dilengkapi dan difasilitasi dengan tanda dan alat pendukung pembacaan elevasi muka air baik berupa manual maupun telemetri dan mencantumkan atribut instansi pengelola sumber daya air yang bersangkutan. Poin enam, menyediakan sarana publikasi untuk menginformasikan kepada masyarakat atau pihak yang berkepentingan terkait kondisi terkini status siaga pada pos siaga banjir.

Serta pada poin ke tujuh, melakukan review elevasi tingkat siaga banjir akan dilaksanakan setiap satu tahun sekali setelah Berita Acara ini ditandatangani oleh kedua belah pihak. Pelaksanaan kesepakatan tersebut menjadi tanggung jawab para pihak. Jika di kemudian hari terdapat perubahan akan dipertbaiki sebagaimana mestinya.

Sementara, titik elevasi siaga banjir Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro yang baru ditetapkan oleh BBWS dengan Perum Jasa Tirta 1 ditetapkan siaga 1 (hijau) 12.06 meter, siaga 2 (kuning) di titik 13.06 meter dan siaga 3 (merah) 14.04 meter.

Sedangkan untuk penetapan elevasi siaga banjir sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro yang lama, level siaga 1 (Hijau) berada di titik 13.00 meter, level siaga 2 (kuning) 14.00 meter dan level siaga 3 (merah) 15.00 meter. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar