Peristiwa

Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat dari Kediri

Berharap Masih Ada Kejaiban dari Sriwijaya Air

Keluarga korban pesawat Sriwijaya Air yang jatuh.

Kediri (beritajatim.com) – Keluarga korban pesawat jatuh Sriwijaya Air yang hilang kontak di perairan Pulau Lancang Kepulauan Seribu asal Kediri berharap kejaiban. Sehingga Rahmania Eka Nanda (40) dan kedua puterinya Fazila Amara (6) serta Fatima Ashalina balita 2,5 tahun dan pengasuhnya Dinda Amelia nantinya ditemukan dalam keadaan hidup.

Ibuu kandung korban Nanik Mardiati Zarkasi menyampaikan harapannya tersebut. “Saya berharap, mudah mudahan ada keajaiban dari Allah. Mudah mudahan saya bertemu dengan anak cucu saya, ” Harapnya di Kota Kediri.

Perempuan berusia 56 tahun tersebut, bercerita, sebelum berangkat ke Pontianak, puterinya sempat mengirimkan foto di ruang tunggu Bandara di Cengkareng.

Putrinya kirim foto swab test, dua anak dan satu pengasuhnya. “Ma hasilnya negatif semua. Besoknya tau tau kirim foto 2 puterinya sudah di ruang tunggu bandara, di Cengkareng. Loh dik pulang sekarang to? berangkatnya jam berapa? 12.45 wib. Ya udah hati hati kalau pulang dikabari, saya perkirakan jam 2 leanding, saya hubungi sudah nggak bisa, ” kata Nanik.

Pesawat Sriwijaya Air

Mengatahui insiden tersebut, Nanik terus berupaya menghubungi melalui sambungan telephone. Namun tetap tidak bisa dihubungi. Ia lalu menghubungi telephone menantunya yang saat itu sedang menunggu kedatangan isteri dan dya anaknya di Bandara Pontianak.

“Akhirnya jam 16.00 WIB saya telephone suaminya. Dia nggak ikut ke Jakarta. Saya telephone ternyata suaminya sudah berada di Bandara berniat untuk menjemput anak isterinya. Tapi suaminya telephone sambil nangis nangis, saya tanya ada apa ini ada apa? Dia jawab pesawatnya hilang kontak mama, ” tuturnya, sambil membaca Istigfar.

Sebelum insiden pesawat hilang korban terlihat senang dikunjungi ibunya. Belakangan, Nanik pernah berkunjung ke rumah puterinya untuk menengok kedua cucunya. Apalagi cucunya Fazila Amara mau mendaftar sekolah dasar. Di sana ia menginap selama 5 hari.

Saat itu dirinya tidak merasakan firasat apapun. Hanya saja ia melihat ketika itu Rahmania Eka Nanda terlalu banyak senyum. Ekspresinya terlihat ingin menyenangkan hati ibunya, yang rela berangkat jauh jauh dari Kediri menuju Jakarta. Setelah 5 hari tinggal di Jakarta, Nanik kemudian memutuskan balik pulang ke Pare Kediri.

“Dia sempat ngomong mama jangan buru buru pulang di Jakarta aja, kesanya itu dia banyak senyum terlihat ingin menyenangkan saya, ” kenangnya.

Tinggal di Pontianak selama 1 tahun ikut suaminya Dinas, sebagai anggota TNI AU. Rahmania Eka Nanda dan kedua puterinya Fazila Amara serta Fatima Ashalina balita 2,5 tahun sejak 1 tahun lalu menetap di Pontianak. Disana Rahmania Eka Nanda ikut suaminya Kolonel Tekhnik Ahmad Khaidir yang tercatat sebagai anggota TNI Angkatan Udara. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar