Peristiwa

Beredar Video Kapolsek Genteng Dimaki Ratusan Ojol Saat Antre Nasi Kotak

Surabaya (beritajatim.com) – Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra terlihat tetap tenang meski dimaki oleh sejumlah Ojol yang antri mendapatkan nasi Kotak dari pihak swasta. Video Kapolsek yang menghalau ojol tersebut viral dan mendapat simpati netizen.

Peristiwa bermula dari adanya laporan bahwa Jalan Gubernur Suryo mengalami kemacetan. Ternyata benar saat ia sampai di lokasi, ratusan pengemudi ojek online (Ojol) mengular hingga 500 meter.

Padahal saat ini telah dilakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Surabaya. Namun karena kurangnya kesadaran para ojol pun nekat mengantri dengan dalih lapar dan mengharapkan bantuan makan.

“Memang yang dilaporkan ada antrian. Saya tiba tempat benar dan 500 meter lebih antrian ojol dan warga yang melintas. Mereka mengantri berharap mendapatkan bantuan makan dan takjil untuk berbuka puasa. Tapi ini kan PSBB. Otomatis saya larang dan saya minta bubar. Saya seorang diri dan petugas lain mengimbau di titik belakang. Kebetukan saya melintas saat patroli bersama seorang petugas,” tandasnya.

Seperti yang terlihat di video yang beredar, Kapolsek Anggi mendapatkan caci maki dari para ojol. Bahkan kata-kata kasar dengan suara keras terlontar oleh ojol.

Mereka mengaku hanya ingin mengambil makanan saja dan dilarang polisi hanya karena mengantri. Mendengar cacian tersebut Kompol Anggi pun mengaku menjelaskan secara pelan dan sabar. Sebab, kerumunan sangat membahayakan dan berpotensi terjadi penyebaran virus corona.

“Saya gak tahu kenapa masih ada pembagian bantuan dengan berhenti atau terfokus satu titik. Padahal sudah ada aturan PSBB. Jadi ya saya jelaskan pelan-pelan akan kondisi itu (berkerumun.red) membahayakan. Jadi saya minta bubar  malah dicaci ya saya tetap lakukan saja pembubarannya,” tandas Anggi.

Melihat kondisi itu ternyata bahwa tak ada pemberitahuan pembagian makanan ini ke kepolisian. Sehingga tak ada satu petugas baik TNI, Polri, Satpol PP maupun Dishub yang mengatur. Padahal bank besar tersebut harusnya bisa memberikan contoh yang bijak buat warga dan komunitas lain.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar