Peristiwa

Beras Diduga Mengandung Plastik Beredar di Kangean, Ini Kata Dinsos Jatim

Kadinsos Provinsi Jatim, Alwi saat diwawancarai di kantornya, Jalan Gayung Kebonsari Surabaya, Jumat (17/1/2020).

Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim ikut buka suara terkait pemberitaan beras yang diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Pajennangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, diduga beras sintetis atau mengandung plastik.

“Informasi ini juga kami terima melalui media sosial (medsos). Sudah saya sampaikan kepada mereka bahwa terhadap adanga temuan beras yang diduga ada unsur plastik, monggo dikomunikasikan dengan pihak Dinas Sosial setempat (Dinsos Kabupaten Sumenep) dan suplier yang bersangkutan,” kata Kadinsos Provinsi Jatim, Alwi kepada beritajatim.com di kantornya, Jumat (17/1/2020).

Menurut Alwi, kalau sudah bisa dibuktikan secara pasti bahwa beras itu mengandung dugaan plastik seperti yang diramaikan, Pemkab Sumenep bisa mengambil langkah selanjutnya. “Apakah suplier itu nggak dipakai lagi atau beras yang beredar bisa ditarik kembali. Kalau jumlahnya tidak banyak, artinya tidak by design atau ada faktor kesengajaan. Kebijakan Pemkab Sumenep seperti apa,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kades Pajennangger, Suhwari mengatakan, jika dilihat wujudnya, beras memang bagus dan terlihat putih. Tapi setelah dimasak, ternyata tidak bisa dimakan dan seperti plastik.

Karena itu, lanjutnya ia meminta para penerima mengumpulkan beras itu ke balai desa, untuk dikembalikan kepada supplier, karena beras tidak bisa dikonsumsi.

“Jadi, beras-beras yang tidak bisa dikonsumsi itu saya minta untuk dikumpulkan di balai desa. Dijadikan satu, kemudian kita kembalikan ke suppliernya,” ujarnya.

Ia menuturkan, selain menerima beras yang diduga sintetis, warganya sebagian juga ada yang mendapatkan beras dengan kualitas sangat jelek.

“Sama-sama tidak bisa dikonsumsi meski bukan beras sintetis. Mutunya sangat jelek. Jadi, itu juga kami minta untuk dikumpulkan di balai desa,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Sumenep, Moh. Iksan, mengungkapkan, setelah ramai mendengar keluhan adanya beras BPNT yang diduga mengandung plastik di Desa Pajennangger, timnya langsung turun ke lapangan.

“Tim kami di kecamatan Arjasa sudah turun ke lapangan. Kami akan melakukan pengecekan, apa benar beras yang beredar itu mengandung bahan plastik atau tidak,” terangnya.

Selain itu, lanjut Iksan, pihaknya akan mengirim sampel beras itu ke BPOM untuk dilakukan pengujian. “Jadi, nantinya BPOM yang melakukan pengujian, untuk mengetahui apakah benar beras itu mengandung plastik atau tidak. Kalau tidak bisa ke BPOM, kami akan bawa ke Baristand (Badan Riset dan Standarisasi) di Surabaya,” ujarnya. [tok/but]

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar