Peristiwa

Bentrok Pemuda Berujung Kematian, Lima Orang Ditahan Satresmob Polrestabes

Lima pelaku pengeroyokan yang berujung kematian di cafe Surabaya saat menjalani gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (27/8/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Nyawa AR (23), warga Kabupaten Gersik, tak terselamatkan lantaran diduga dihajar delapan pemuda usai pulang dari klub malam. AR meninggal dunia dikarenakan mengalami luka parah usai dihantam pecahan batu paving. Menurut keterangan AI (23), salah satu pelaku, korban AR ini awalnya tak terima pacarnya NI (21) yang tak sengaja kesenggol.

“Nah, usai cewek AR kesenggol, kita tanya, kalian dari mana? Jawabnya Widodaren, oh ya sudah masih saudara,” akuh AI kepada wartawan usai gelar perkara, Selasa (27/8/2019).

AI menjelaskan, kejadian pengeroyokan tersebut terjadi Sabtu (24/8/2019) dini hari pukul 03.00 WIB. AI bersama tujuh rekannya keluar kafe hendak pulang ke rumah.

Hanya saja, rekan-rekan AR yakni ST, AS, SM, DW, MS dan NI mendatangi korban karena melihat ada hal yang mencurigakan. Mereka pun lantas mendatangi AI. “Nah, AR ini mendatangi saya sambil bawa linggis. Akhirnya saya dan teman-teman pun membeladiri dengan mengambil paving,” terang AI.

“Padahal sebelum berkelahi dan AR mati, kami sudah berdamai. Tapi AR tetap saja bersikukuh ingin menghajar kami,” lanjutnya.

Meski berdalih membeladiri, AI akan dikenai pasal 170 JO 351 KUHP. Sebab, AR dan EA (23), alamat Gresik; DK (26), alamat Surabaya; SN (20) alamat Gresik; AH (21), alamat Gresik; AI (23), alamat Gresik dan tiga orang DPO, menghajar korban yang menyebabkan meninggal dunia. “Sekarang baru tertangkap lima orang dan tiga pelaku lain masih dalam pengejaran,” jelas Iptu Bima Sakti, Kanit Resmob Polrestabes Surabaya.(man/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar