Peristiwa

Bengawan Solo Tercemar: PDAM Akui Harus Kerja Keras Netralkan Air

Sungai Bengawan Solo

Bojonegoro (beritajatim.com) – Selain dari sumber mata air, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro masih mengandalkan aliran Sungai Bengawan Solo untuk menyuplai kebutuhan pelanggan.

“Saat ini untuk meyuplai kebutuhan air baku masih dibantu dari Sungai Bengawan Solo, selain dari sumber mata air yang ada,” ujar Direktur PDAM Kabupaten Bojonegoro, Joko Siswanto, Kamis (30/7/2020).

Namun, menurut Joko, dalam kondisi air Bengawn Solo tercemar seperti saat ini pihaknya mengaku harus kerja keras untuk menetralkan air. “Karena bahan baku air dari Bengawan Solo ini sekarang sangat keruh dan hitam pekat,” terangnya.

Salah satunya dengan membuat media tanah liat dicampur dengan kaporit dan lain-lain. Meski diakui, kondisi warna air yang sudah tersalur kepada pelanggan tetap tidak terlalu bening. Namun masih aman dan layak jika digunakan untuk kebutuhan ruma tangga.

“Kecuali untuk minum harus dimasak dulu. Karena saat debit sungai rendah seperti saat ini, terlihat sekali warna airnya kecoklatan dan hitam pekat tercemah limbah industri di daerah hulu,” terangnya.

Sementara diketahui, lokasi pengambilan air untuk PDAM di sepanjang jalur Sungai Bengawan Solo yang masuk wilayah Kabupaten Bojonegoro, mulai dari daerah barat berada di Kecamatan Padangan, Purwosari, Banjarsari, dan Kecamatan Kanor.

Joko mengatakan, kebutuhan air baku yang murni dari Sungai Bengawan Solo hanya berada di Kecamatan Purwosari. Selain itu, air PDAM masih dicampur dari sumber mata air. Sementara PDAM Bojongoro saat ini harus memenuhi sekitar 35.000 pelanggan.

Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro Hanafi mengaku sudah mengambil sample air Sungai Bengawan Solo untuk diuji laboratorium. Sehingga diketahui, tingkat keparahan terhadap cemaran limbah yang terjadi di Bojonegoro.

“Sudah tiga minggu yang lalu sample air kita kirim ke laboratorium yang ada di Surabaya dan Mojokerto untuk diuji, tapi hasilnya belum keluar,” jelasnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar