Peristiwa

Bencana Kekeringan Landa 87 Desa di Kabupaten Sampang

Foto: Kemarau/dok

Sampang (beritajatim.com) – Mendekati akhir tahun 2020, status bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Sampang makin kritis dan meluas. Akibatnya, mengancam kondisi warga yang berada di daerah bencana,  sejumlah warga dikhawatirkan terserang penyakit karena kekurangan air bersih.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi menyampaikan, kondisi itu berkenaan dengan sanitasi yang otomatis dapat berpengaruh terhadap terjangkitnya sejumlah penyakit terutama penyakit yang ditimbulkan oleh air kotor di musim kemarau.

“Yang paling berisiko dan rentan diserang penyakit yaitu balita, karena keberadaan air bersih cukup berpengaruh,” terangnya, Kamis (1/10/2020).

Foto: Kemarau/dok

Menurut Agus, beberapa penyakit yang berpotensi muncul dalam kondisi minim ketersediaan air bersih diantaranya seperti infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), diare dan penyakit kulit. “Ya kalau bukan diare, ya ISPA dan penyakit kulit. Penyakit itu munculnya di musim kemarau dan di kondisi kekurangan air bersih,” jelasnya.

Lanjut Agus menambahkan, penanganan dalam kondisi itu pihaknya hanya melakukan penyuluhan dan upaya peningkatan imun.

Sekadar diketahui, berdasarkan data yang diperoleh melalui kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat tahun 2020, desa mengalami kekeringan kritis terjadi peningkatan yaitu sebanyak 87 desa dari sebelumnya sebanyak 67 desa.[sar/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar