Peristiwa

Bem Malang Raya Tolak Omnibus Law Lewat Demo Damai

BEM Malang Raya unjuk rasa menolak Omnibus Law.

Malang (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Balai Kota Malang, Senin, (26/10/2020). Demonstrasi mereka lakukan dengan damai dan tertib.

Tuntutan utama dari para demonstran adalah menolak Undang-undang Omnibus Law. Mereka melakukan orasi dan mendesak agar Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-undang atau Perppu untuk membatalkan Omnibus Law.

Koordinator BEM Malang Raya, Mahmud mengatakan mereka ingin aspirasi penolak Undang-undang Omnibus Law diteruskan oleh Pemerintah Kota Malang ke pemerintah pusat. Untuk itu mereka sengaja melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota Malang.

“Undang-undang Omnibus Law ini ternyata, banyak yang melakukan penolakan. Untuk itu, saat ini kami sampaikan kepada eksekutif agar diteruskan ke pemerintah pusat,” kata Mahmud.

Mahmud mengatakan, BEM Malang Raya mendesak Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan Perppu pembatalan Omnibus Law. Jika tidak dikeluarkan, BEM Malang Raya bakal terus melakukan unjuk rasa penolakan Omnibus Law.

“Jika tanggal 5 November 2020 nanti tidak dikeluarkan, maka kami akan turun jalan terus. Kami juga sudah melakukan kajian sebelumnya tentang Omnibus Law ini,” ucap Mahmud.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menemui demonstran di tengah aksi unjuk rasa. Dia menilai ada beberapa poin dalam Undang-Undang Omnibus Law yang juga tak disepakatinya. Salah satunya, yakni terkait masalah perizinan. Seperti contohnya, di Kota Malang ada pembatasan pembukaan retail modern yang dikhawatirkan akan menekan ekonomi kerakyatan.

“Setelah dari Kementrian, nanti akan diteruskan kepada presiden. Otoritas sepenuhnya, pusat mendengar atau tidak, itu bukan domain kami. Kami, sebagai pemerintah daerah yang merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat hanya membantu menyampaikan saja,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar