Peristiwa

Belum Ada Tersangka Dalam Kasus Bullying di Kota Malang

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata saat melihat kondisi MS korban Bullying. (Humas Polresta Malang Kota)

Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota memeriksa 17 saksi tearkait kasus MS (13) siswa SMPN 16 Kota Malang yang mengalami perundungan oleh tujuh rekan sekolahnya. Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan untuk mengungkap tersangka dalam kasus kekerasan ini.

“Saat ini masih pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti. Saksi yang sudah kami periksa ada 14 orang. Saat ini ditambah lagi 3 orang,” kata Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Yunar Hotma, Jumat, (7/2/2020).

Seperti diketahui, akibat kekerasan yang dialami MS. Korban mengalami sejumlah luka pada bagian tubuh. Seperti tangan, kaki, punggung bahkan jari tengah tangan sebelah kanan MS harus diamputasi karena sudah tidak berfungsi. Akibatnya, MS harus mengalami cacat fisik selamanya.

“Pekan depan semua yang terkait dipanggil, mulai dari murid, sekolah, dokter yang menangani visum, sampai dengan Disdikbud Kota Malang. Sampai saat ini pemeriksaan berjalan lancar,” papar Yunar.

Yunar mengatakan, hasil visum dari tim medis sudah keluar. Hasil visum menyatakan bahwa ada luka bekas kekerasan di tubuh MS. Selain itu, polisi menegaskan belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Semua yang diperiksa masih berstatus saksi termasuk tujuh siswa terduga pelaku kekerasan atau bullying.

“Hasil visum sudah keluar dan masih kita dalami. Setelah kita dalami, disana memang ditubuh korban terdapat luka. Belum ada tersangka, saat ini masih saksi yang kita proses. Ini kan terkait dengan kasus anak harus berhati-hati,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar