Peristiwa

Belasan Desa di Menganti dan Cerme Gresik Diterjang Banjir 

Gresik (beritajatim.com) – Belasan desa di Kecamatan Menganti, dan Cerme Gresik masih diterjang banjir akibat meluapnya Kali Lamong. Kedua daerah itu, berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, dalam kondisi berstatus zona merah.

Kepala BPBD Gresik, Tarso Sagito menuturkan, banjir di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Benjeng dan Kedamean sudah surut. Masih ada, belasan desa dari dua kecamatan yang terendam, yaitu Menganti dan Cerme yang masih terendam banjir.

“Ada enam desa di Menganti dan 13 desa di Cerme terendam banjir setinggi lutut orang dewasa,” ujarnya, Rabu (30/12/2020).

Di Kecamatan Cerme, desa yang terendam diantaranya Desa Dadapkuning, Lengkong, Sukoanyar, Dooro, Ngembung, Guranganyar. Kemudian Desa Dampaan, Betiting, Dungus, Morowudi, Iker-iker Geger, Pandu dan Tambak beras masih terendam banjir.

Paling parah adalah desa Guranganyar. Jalan lingkungan masih tergenang 40 sentimeter sepanjang 300 meter. Sebanyak 349 rumah terendam banjir 30 sentimeter. Kemudian 270 rumah di perumahan Prisma Land tergenang 120 sentimeter.

“Jalan raya Morowudi tergenang 40 sentimeter sepanjang 800 meter. Kemudian 800 rumah warga terendam banjir 30 centimeter,”ungkap Tarso.

Selanjutnya, di Kecamatan Menganti yang terendam antara lain Desa Pranti, Beton, Gadingwatu dan Mojotengah, Boboh dan Putat Lor terendam banjir. Ketinggian air di Jalan Raya Boboh tergenang 50 centimeter sepanjang 400 meter. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar