Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Begini Peta Penanganan Wabah PMK di Kabupaten Malang

Malang (beritajatim.com) – Penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Malang jadi poin utama Pemerintah setempat.

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto menjelaskan, bersama Polres Malang dan Kodim 0818, pihaknya sepakat untuk melakukan pembatasan sementara mobilitas jual beli hewan ternak baik sapi dan kambing.

“Kabupaten Malang sesuai data dari Pemprov Jatim masuk pandemi baru wabah PMK pada ternak. Sesuai hal itu, langkah yang kami lakukan adalah pembatasan mobilitas hewan ternak. Hal ini sebagai pencegahan dini agar penularan PMK tidak menyebar di 33 Kecamatan se Kabupaten Malang,” ungkap Didik, Sabtu (14/5/2022) siang.

Didik membeberkan, pihaknya juga melibatkan Polres Batu dalam penanganannya. Mengingat, khusus wilayah Pujon, Ngantang dan Kasembon yang terindikasi 122 ekor suspect PMK, kini sudah tertangani dengan baik dan tidak menyebar ke kecamatan terdekat dengan Kabupaten Malang.

“Alhamdulillah 122 ekor hewan yang ada di kecamatan Pujon, Ngantang dan Kasembon sudah tertangani dengan baik. Tidak sampai hewan mengalami kematian. Namun demikian khusus hari ini, hewan ternak di kecamatan Singosari, Wajak dan Gondanglegi, masih terindikasi. Tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah melakukan pemeriksaan dan berharap masyarakat tidak sampai panik,” ujar Didik.

Didik melanjutkan, langkah antisipasi dini agar tidak ada penyebaran, yakni melakukan pembatasan ruang gerak hewan ternak dari dan ke luar Kabupaten Malang. “Jangan sampai nanti wilayah hukum Polres Malang yang sudah steril dari PMK, justru mendatangkan hewan ternak dari daerah atau Kabupaten lain. Ini yang kami antisipasi. Kami berupaya keras menekan penyebaran wabah PMK ini dibantu dengan Polres Malang dan Kodim 0818 Malang-Batu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Nurcahyo menguraikan, secara keseluruhan wabah PMK sudah masuk Kabupaten Malang. Hanya saja, wabah PMK ini tidak menular ke manusia. “Prosentase penyebaran wabah PMK di Kabupaten Malang sejauh ini masih kecil. Namun dengan kecilnya prosentase itu kami tidak boleh lengah dan maksimal melakukan langkah antisipatif,” urainya.

Nurcahyo menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan lintas institusi baik Kodim dan Polres Malang untuk melakukan pengecekan dan monitoring terhadap kasus PMK dan melakukan inventarisasi terhadap seluruh peternak yang terindikasi wabah PMK.

“Setiap hari kami memantau wabah penyebaran PMK ini, di Posko kami setiap hari selalu melakukan monitoring dan Alhamdulillah sejauh ini masih kecil penyebarannya. Namun kita tidak boleh lengah dan berupaya dengan melibatkan Muspika kecamatan untuk melakukan pencegahan,” katanya.

Masih menurut Nurcahyo, upaya edukasi dan pengobatan berkala bagi peternak yang terindikasi hewan terserang PMK.

“Sebelum ada wabah ini, para peternak sudah dilatih petugas kami cara menangani penyakit pada hewan ternak. Kita kasih Bimtek, dengan begitu para peternak sudah mengetahui apa yang harus mereka lakukan ketika penyakit pada hewan terjadi,” paparnya.

Nurcahyo mengaku, kasus suspect wabah PMK pada hewan ternak di Kabupaten Malang sejauh ini sebanyak 155 ekor sapi. Terbanyak masuk wilayah hukum Polres Batu.

“Khusus suspect wabah PMK di wilayah hukum Polres Malang baru terindikasi 6 ekor sapi,” Nurcahyo mengakhiri. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar