Peristiwa

Begini Modus Investasi Bodong Penggemukan Sapi Perah di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Polisi sudah menetapkan 2 tersangka dalam kasus investasi bodong penggemukan sapi perah. Para tersangka adalah Hadi Suwito selaku pemilik atau direktur CV Tri Manunggal Jaya (TMJ) dan bendahara CV TMJ yang berinisial AS.

Kasus penipuan investasi bodong ini mencuat saat CV TMJ yang merupakan pengelola investasi penggemukan sapi perah ini melakukan wanprestasi dengan tidak memberikan keuntungan atau profit yang pernah dijanjikan kepada korbannya.

Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, modus yang digunakan tersangka yakni menawarkan investasi penggemukan sapi perah ini secara door to door kepada masyarakat.

Dimana setiap paket kerjasama dihargai Rp 17.600.000 ditambah biaya administrasi sehingga menjadi Rp 19.000.000 per paket dan mendapatkan seekor sapi. Masa berlaku kerjasama ini selama 3 tahun dan setiap bulan dijanjikan keuntungan Rp 2.300.000, hasil dari penjualan susu dari sapi tersebut.

“Keuntungan yang diperoleh besar membuat masyarakat tergiur ikut investasi ini. Apalagi penjelasan CV TMJ harga sapi bisa murah segitu karena sudah ada subsidi dari Pemerintah,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, Sabtu (22/2/2020).

Selain itu, susu hasil perahan juga sudah bisa dijual, hasil kerjasama dengan pabrik susu ternama yang berada di Malang. Namun setelah itu semua dicek, ternyata fiktif. Keuntungan yang diberikan kepada sebagian korban itu, sebenarnya adalah uang dari  investasi korban yang baru. Jadi uang investor ini putar ke investor lain, sehingga terkesan investasi ini menghasilkan untung yang besar.

“Sehingga yang sudah merasakan untungnya akan ambil paket lagi dan yang baru akhirnya memutuskan kerjasama juga ambil paket investasi,” katanya.

Arief menambahkan jika para korbannya ada yang mengambil paket kerjasama hingga 50-100 paket. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka ini dijerat dengan pas 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Dengan ancaman hukuman kurang lebih 4 tahun.

“Kami jerat dengan pasal tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman 4 tahun,” pungkasnya. (end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar