Peristiwa

Begini Kronologi Warga Banyuwangi Melahirkan di Ambulan

Banyuwangi (beritajatim.com) – AW ibu rumah tangga tinggal di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Dia terpaksa melakukan proses kelahiran bayinya di dalam mobil ambulans.

Sebelumnya, AW selama ini tinggal di Bali. Dua hari tiba di Banyuwangi, AW yang tengah hamil mengeluhkan sakit perut, lalu melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Klatak, dan didapati AW sudah pembukaan 5 cm.

Berdasar keterangan Alfiul Farida, bidan yang menangani saat proses kelahiran, AW tidak pernah memeriksakan kehamilannya selama di Bali. Sementara itu, mengacu pada protokol kesehatan Covid-19, seorang ibu yang melahirkan diwajibkan menyertakan surat keterangan rapid test non reaktif selain buku Kesehatan Ibu dan Anak yang berisi catatan kesehatan selama kehamilan.

Baca Juga:

    “Ternyata beliau reaktif. Sesuai SOP, pasien yang reaktif harus ditangani di RS, sehingga waktu itu kami langsung berkoordinasi dengan RS,” katanya, Alfiul, Rabu (23/9/2020).

    Namun, Alfiul mengaku kesulitan saat melakukan kordinasi untuk tindakan operasi. “Memang susah cari kamar untuk tindakan atau operasi untuk melahirkan bagi ibu hamil, apalagi yang hasil rapid testnya reaktif,” ungkapnya.

    Mau tidak mau karena kondisi mendesak, AW akhirnya melahirkan di dalam ambulan. “Akhirnya, saat proses koordinasi tersebut, beliau melahirkan bayinya, dan langsung kami tangani di ambulans. Alhamdulillah bayi dan ibunya sehat,” pungkasnya.

    Kabar ini ternyata didengar oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dia menjenguk langsung AW dan bayinya di kediamannya. “Hari ini saya menengok kondisi ibu AW. Saya atas nama Pemkab Banyuwangi meminta maaf, ada kekurangan dalam pelayanan terhadap beliau, di mana proses melahirkan berjalan spontan saat proses puskesmas koordinasi dengan RSUD Blambangan. Sekali lagi, saya meminta maaf atas kejadian ini,” kata Anas saat berkunjung ke rumah AW di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (23/9/2020).

    Agar kejadian tidak terulang, Bupati Anas menegur jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD Blambangan. Tujuannya agar pelayanan kesehatan bagi warga, khususnya ibu hamil dapat teratasi meski di tengah pandemi. “Hari ini Dinas Kesehatan langsung koordinasi, dan segera disiapkan RSUD Blambangan kamar operasi,” pungkas Anas. (rin/kun)





    Apa Reaksi Anda?

    Komentar