Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Begini Kronologi Petani di Ponorogo Tewas Tersambar Petir

Suasana rumah korban yang mulai didatangi tetangga untuk bertakziah. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kusni (60), petani yang meninggal di sawah di Desa Carangrejo Kecamatan Sampung Ponorogo, murni karena tersambar petir. Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis dan tim inavis Polres Ponorogo. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Korban murni meninggal karena tersambar petir. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” kata Kapolsek Sampung IPTU Marsono yang juga ikut dalam pemeriksaan korban Kusni, Minggu (26/12/2021) sore.

Korban Kusni, kata Marsono mengalami luka bakar di kepala. Caping yang terbuat dari bambu yang dipakai di kepala korban juga ikut rusak. Rambu yang berada di bagian kepala belakang terbakar habis. Besar kemungkinan itu terjadi karena terkena kilatan petir yang menyambar korban. “Keluarga menerima ini sebagai musibah. Usai diperiksa, selanjutnya korban diserahkan kepada kelurga untuk dilakukan pemulasraan jenazah,” katanya.

Marsono menceritakan kronologi awak kejadian naas tersebut. Awalnya pada Minggu pagi korban ke sawah untuk membajak sawah milik warga yang bernama Hadi Robani. Sekira pukul 11.30 WIB, korban sempat pulang untuk istirahat siang. Sekira pukul 13.00 WIB korban kembali ke sawah untuk melanjutkan membajak menggunakan hand traktor. Sekitar satu jam berselang terjadi hujan gerimis yang disertai petir. Nah, pada saat itulah korban tersambar oleh petir. Korban langsung tergeletak di sawah.

“Saksi atau warga yang ada dilokasi memastikan korban sudah meninggal, maka melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan melapor ke Polsek Sampung,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, menjadi pelajaran penting untuk para petani jika cuaca mendung dan mau hujan saat di sawah, seyogyanya segera berteduh dan meninggalkan sawah. Sebab bahaya dari sambaran petir bisa saja terjadi. Seperti yang baru saja terjadi di Dusun Tamansari Desa Carangrejo Kecamatan Sampung Ponorogo. Seorang petani yang bernama Kusni (60) harus meregang nyawa tersambar petir saat sedang membajak sawah. “Kejadiannya kurang lebih pukul 13.30 WIB tadi,” kata salah satu saksi bernama Robani.

Saat itu Robani akan memberikan minuman untuk korban dan satu temannya. Nah, saat mau ke pematang sawah, Robani kembali lagi ke jalan, sebab ada petir dengan suara yang menggelegar. Dia belum jadi mengantar minuman, menunggu sekiranya aman. Usai, suara petir itu reda, Robani salah satu teman korban lari ke jalan. Dia seperti sedang ketakutan. “Saya dan teman korban kemudian memberanikan diri ke sawah. Sebab dari kejauhan traktor untuk membajak sawah jalan sendiri,” katanya.

Saat itu cuacanya mendung, awan hitam mengumpul di langit dan hanya gerimis saja. Sesampainya di sawah, teman korban mematikan traktornya. Sementara Robani mendekati korban yang sudah jatuh di tengah-tengah sawah. “Korban sudah meninggal ya kemungkinan besar tersambar petir yang menggelegar barusan itu,” katanya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar