Peristiwa

Begini Kondisi Kaki Bocah di Mojokerto Akibat Limbah B3

Mojokerto (beritajatim.com) – Nizam Dwi Pramana (8), bocah asal Dusun Kedung Bulus, Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto mengalami luka bakar diduga akibat limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Korban usai menjalani operasi pengangkatan jaringan yang mati di RSUD RA Basoeni.

Dokter Poli Beda RSUD RA Basoeni, dr Afvan Tri Kurniawan menjelaskan, luka bakar yang dialami korban grate 3. “Luka bakar mengenaikan otot sehingga menyebabkan kematian otot. Kita lakukan tindakan dengan cara ambil jaringan yang mati, kemarin operasinya. Dia masuk Rabu,” ungkapnya, Jum’at (19/7/2019).

Masih kata dr Afvan, jaringan dibersihkan dari jaringan yang mati sehingga yang tersisa jaringan yang sehat saja. Tulang dan bagian dalam masih cukup bagus. Untuk luas luka bakar di bagian kaki korban hanya tiga persen. Pasalnya, yang parah di bagian kaki sebelah kiri.

“Kondisi secara umum bagus, hanya luka saja. Tidak terlalu berat cuma grate agak dalam tapi tinggal perawatan di poli insya Allah baik. Luka perlu perawatan di poli, butuh waktu panjang bisa berbulan-bulan untuk penyembuhan luka,” katanya.

Namun, lanjut dr Afvan, perkembangannya akan dilihat. Jika ternyata fungsi jalan korban tidak membaik sehingga perlu rehabilitasi. Yakni latihan jalan dulu, karena lanjut dr Afvan, biasanya setelah luka bakar dan perawatan menimbulkan kontraktur (kekakuan).

“Kontraktur istilahnya, lukanya menjadi tegang, kaku sehingga mengganggu aktivitas maupun mobilisasi dari anak-anak sehingga diperlukan latihan jalan. Kalau informasinya luka bakar karena pembuangan limbah batu-batu di area pembuangan sawah,” jelasnya.

dr Afvan menambahkan, luka bakar akibat batu-bara lebih berat dibanding air. Namun, pihaknya menegaskan tak berwenang memberikan terkait penyebab luka bakar yang diderita korban apakah karena dugaan limbah batu-bara.

“Itu bukan wewenang saya, itu akibat limbah batu-bara atau tidak. Saya hanya sebatas soal luka yang diderita dan tindakannya. Tindakan selanjutkan perawatan luka dan kontrol di poli karena dibutuhkan waktu panjang untuk penyembuhan luka akibat luka bakar,” pungkasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar