Peristiwa

Begini Harapan Warga Jika PSBB Diterapkan di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa baru saja melakukan rapat tertutup dengan tiga kepala daerah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo membahas terkait PSBB selama masa Pandemi Corona.

Tentu hal ini menuai sejumlah pro dan kontra di masyarakat. Ada yang menolak dan banyak juga yang mendukung kondisi saat ini perlu adanya PSBB. Warga yang menolak pun berharap Pemerintah Kota Surabaya memenuhi beberapa harapan.

Dida, salah satu warga yang bekerja di Surabaya Barat mengaku setuju jika PSBB diterapkan di Surabaya. Alasannya karena virus Corona cepat menyebar. Jika masyarakat tetap keluar rumah dan keluyuran tentu virus akan tetap terbawa kemana-mana.

Meski setuju, Dida memiliki harapan khusus. “Saya setuju, orang harus tetap di rumah. Nah, selama orang di rumah semua, bisa deh itu semprot disinfektan, ngilangin virus yang nempel di jalanan, tempat umum, transportasi publik,” ucapnya.

Hal senada dikatakan oleh Faisal Afif, warga Manukan Surabaya. Dia meminta Pemerintah segera melakuka PSBB dalam waktu dekat. Jangan lagi menunggu korban bertambah, Pemerintah juga harus jamin kebutuhan makanan semua warganya selama diam di rumah.

“Ya minimal dirikan aja lah dapur umum sampai tingkat kelurahan, nanti per RW ngasih data siapa2 saja warganya yang butuh dikasih makan. Uangnya dari mana? Orang-orang kaya di kelurahan itu suruh nyumbang, toh kalau efektif cuma 2 minggu,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Rachmad, Warga Kebraon ia meminta segera diberlakukan PSBB karena percuma jika hanya di buat di kawasan Darmo, Masyarakat masih akan mencari jalan lain dan tetap ramai.

“Sebenarnya pysichal kurang efektif karena masyarakat masih akan cari jalan alternatif kalo PSBB mereka kan akan memilih di rumah. Dan harus segera supaya Surabaya tidak semakin berada dalam zona merah,” ungkapnya. [way/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar