Peristiwa

Begal Pegang Payudara di Mojokerto Sasar Karyawan Toko

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi tak senonoh dilakukan seorang pria di Mojokerto. Bahkan, aksi pegang payudara seorang karyawan toko Asyraf Jilbab di Jalan Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto tersebut terekam camera CCTV toko.

Aksi pelaku dilakukan pada, Selasa (30/7/2019) sekira pukul 20.18 WIB. Saat itu, toko jilbab milik Septi (25) masih ada sejumlah karyawan dan pemilik toko. Pelaku dengan memakai jaket jeans dan topi tiba-tiba masuk dari sisi kiri menuju ke bagian dalam toko.

Pemilik yang ada di meja kasir mencoba menanyakan maksud pelaku ke toko, ini lantaran toko tersebut menjual jilbab. Di lantai depan meja kasir, ada dua orang karyawan perempuan yang duduk sembari menata jilbab.

Sementara korban sedang menata jilbab di rak jilbab dan langsung didekap pelaku dari arah belakang. Dengan posisi tangan pelaku di bagian payudara korban. Korban yang baru bekerja tiga bulan tersebut korban langsung didekap.

Hal tersebut membuat korban kaget dan tak bisa berteriak hingga akhirnya korban pingsan. Sementara pemilik yang mengetahui aksi pelaku langsung berteriak memanggil suaminya yang berada di dalam. Pelaku kembali berjalan dengan santai meninggalkan toko.

Pelaku kabur dan mengambil sepeda motor jenis Vario warna putih miliknya yang di parkir di depan toko. Sementara pemilik dan suami mengejar pelaku, suami pemilik toko mencoba menendang pelaku namun bisa dihindari pelaku.

Sehingga pelaku tidak sampai terjatuh dari sepeda motor miliknya dan langsung tancap gas ke arah barat atau ke arah Kota Mojokerto. Sementara korban warga Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto tersebut tak sadarkan diri.

“Saya dan suami langsung melapor ke Polres setelah kejadian, sedangkan korban pingsan. Memang saat itu, barang baru datang sehingga toko belum tutup. Biasanya jam 8 malam, toko sudah tutup. Karena toko buka jam 8 pagi dan tutup jam 8 malam,” ungkapnya, Kamis (1/8/2019).

Septi menambahkan, pasca kejadian karena diduga malu korban dan langsung memilih mengundurkan diri dari toko miliknya. Sementara orang tua korban meminta agar kasus tersebut tidak dilanjutkan dan memilih mencabut laporan karena korban malu.

“Korban itu anaknya memang pendiam, setelah kejadian itu sepertinya malu dan menutup diri. Tidak mau keluar rumah jadi orang tuanya kesini minta kasus dicabut saja. Padahal menurut saya, sebaiknya diteruskan karena tidak hanya dia korbannya,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M Solikhin Fery mengaku belum menerima laporan terkait aksi pegal payudara tersebut. “Fix belum ada laporan, kami akan cek ke TKP. PPA yang akan mengecek,” tegasnya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar