Iklan Banner Sukun
Peristiwa

BBM Naik, Pelaku Usaha di Bremi Probolinggo Keluhkan Sepi Pengunjung

Probolinggo (beritajatim.com) – Pelaku usaha di Desa Bremi Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo mengeluhkan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), hal itu dinilai menjadi salah satu faktor tidak adanya pengunjung yang datang ke lokasi usahanya.

Hal itu disampaikan, Nita Hardini pemilik Damar Coffee, yang berada di bawah lereng Gunung Argopuro.

Saat ini, pengunjung yang datang ke kafe miliknya itu sangat menurun jika dibandingkan saat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.


Hal ini menurutnya merupakan dampak dari keputusan pemerintah dengan menaikkan harga BBM. Selain itu ia menilai kondisi akses jalan menuju desa Bremi yang rusak, sehingga membuat para wisatawan enggan untuk berkunjung.

“Kalau pandemi kemarin mas, itu masih bagus, di tahun 2021 sampai 2022, karena kondisi alam yang menggelontorkan (merusak) aspal, rusaklah jalan, akhirnya orang mau naik (berkunjung) ini mikir mas,” jelasnya. Jum’at (16/9/2022).

Selain itu, dengan kenaikan harga BBM juga menjadi pemicu sepinya pengunjung di kedai kopi miliknya itu, sehingga ia mengaku mengalami penurunan omzet sebesar 80 persen.

“Dengan naiknya BBM, harga-harga naik, sedangkan kunjungan, orang kan sudah mikir ya mas, untuk keluar saja effort-nya luar biasa nambahi dari budgetnya itu toh,” ujarnya.

Namun, ia mengaku masih memiliki keyakinan bahwa kondisi ekonomi akan kembali pulih, hal itu yang membuatnya memilih untuk tidak menutup kedai hingga saat ini. (tr/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar