Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Bayi yang Dibuang di Masjid kini Dirawat di PPSAB Sidoarjo

Paramedis di RSUD dr Harjono sedang memakaikan baju pada Nur, sebelum dibawa ke PPSAB Sidoarjo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Nur, bayi laki-laki yang ditemukan di masjid pada Jumat (19/2) lalu, akhirnya dibawa ke Sidoarjo. Di sana, bayi tersebut dirawat di Perlindungan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo. Sebelumnya, bayi mendapatkan perawatan di RSUD dr. Harjono Ponorogo selama 6 hari.

“Anak ini akan dirawat di Sidoarjo, sampai nanti betul-betul sehat,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPSAB Sidoarjo, Dwi Antini Sunarsih, saat menjemput bayi tersebut di RSUD dr. Harjono, Rabu (24/2/2021).

Sambil merawat bayi tersebut, Dwi Antini menyebut jika pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Dinsos dan Polres Ponorogo untuk perkembangan kasus itu. Apakah nantinya akan ditemukan atau tidaknya pelaku ataupun keluarganya.

“Kalau penyelidikan sementara sudah selesai dan pelaku belum diketemukan, baru akan dilakukan proses pengadopsian,” katanya.

Dwi Antini menyebut pihaknya rencananya akan merawat bayi tersebut selama 6 bulan. Setelah itu baru akan dilakukan pengadopsian. Meski begitu, pihaknya juga akan tetap terus melihat perkembangan kesehatan bayi tersebut.

PPSAB Sidoarjo pada tahun 2019 tercatat merawat 35 anak yang terlantar maupun di buang. Tahun 2020, karena ada pandemi Covid-19 angkanya turun menjadi 21 anak.

“Tahun 2021, sampai bulan ini baru 3 ini. Nanti kami juga akan mengambil yang ada di Jember, dengan kasus yang sama yakni dibuang, sehingga jumlahnya ada 4 anak,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar