Peristiwa

Bayi Laki-laki Ditemukan di Masjid, Dinsos Ponorogo Beri Nama NUR

Bayi berumur 5 hari yang ditemukan di masjid Desa Kutukulon Kecamatan Jetis Ponorogo, Jumat (19/2/2021) lalu. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Bayi laki-laki yang ditemukan pada Jumat (19/2) lalu, akhirnya sudah diberi nama sementara. Oleh Dinsos Ponorogo, anak tersebut diberi nama Nur. Nama itu sesuai dengan nama masjid, tempat diketemukannya bayi itu. Yakni, Masjid An-Nur di Desa Kutukulon Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo.

“Kami beri nama dek Nur, merujuk nama Masjid An-Nur, tempat ditemukannya bayi laki-laki tersebut,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo, Supriyadi, Senin (22/2/2021).

Bayi dek Nur saat ini berada di RSUD dr. Harjono, ia belum tahu sampai kapan dirawat disana. Namun, kata Supriyadi jika nanti dalam kondisi baik, bayi tersebut akan dibawa ke panti sosial anak dan bayi di Sidoarjo. Sementara dititipkan disana. Sambil kepolisian melakukan penyelidikan. Kalau nanti ditemukan pelaku atau orangtuanya, ya diserahkan ke keluarganya.

“Nanti sampai dengan batas waktu yang ditentukan. Jika pihak kepolisian tidak ditemukan pelakunya, maka anak ini menjadi anak negara. Dan diadopsikan kepada masyarakat yang berminat,” katanya.

Mekanisme adopsi, kata Supriyadi prosesnya nanti tidak di Dinsos Ponorogo. Namun, melalui Dinsos Provinsi Jatim langsung. Dia menyebut proses adopsi ini masih panjang, pihaknya saat ini fokus pada perawatan si bayi, dengan harapan dalam kondisi baik. “Proses adopsi masih panjang, saat ini fokus pada perawatan dek Nur saja dulu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bayi dalam kondisi masih hidup ditemukan warga di dalam Masjid An – Nur Desa Kutukulon Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu dibungkus dengan kain jilbab warna hitam dan juga sajadah milik masjid.

“Pertama saya lihat di dalam itu bayi yang diselimuti sajadah, dan bayi tersebut di bungkus pakai kain jilbab warna hitam,” kata Sugiarti, orang yang pertama kali menemukan bayi tersebut.

Awal mula penemuan bayi dengan berat 3,5 kg itu, kata Sugiarti, dirinya mau berbelanja melewati masjid terdengar suara, ia mengira kalau itu suara kipas angin. Waktu pulang belanja, ia mendengar suara lagi. Karena penasaran dirinya memasuki masjid. Waktu masuk, suara itu hilang, ia keluar bunyi lagi. Akhirnya Sugiarti masuk dan menemukan bayi tersebut. “Saya manggil anak saya, untuk menolong bayi tersebut. Setelah saya gendong, bayi itu diam tidak nangis lagi,” katanya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar