Peristiwa

Bawaslu Kabupaten Kediri Ingatkan Netralitas ASN dalam Pilkada

Kediri (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri menggelar Sosialisasi Netralitas ASN dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Kediri Tahun 2020. Dalam kegiatan ini, Bawaslu mengundang 43 satuan kerja (satker), 23 camat dan 26 kepala sekretariatasan Bawaslu.

Sa’idatul Umah, Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri mengatakan, kegiatan tersebut merupakah langkah antisipasi Bawaslu Kabupaten Kediri akan keterlibatan ASN dalam proses pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020.

“Ini merupakan kewenangan sekaligis kewajiban nagi bawaslu dalam paket tugas kami, dimana terkumpul dalam pencegahan, pengawasan, dan penindakan. Bahwa pada saat ini proses tahapan yerusberjalan menuju proses pendaftaran bakal calon, ini antisipasi dari kami, bawaslu sebagai upaya pencegahan”, paparnya, di Hotel Bukit Daun Kediri, Rabu (19/8/2020).

Sa’idatul Umah juga menambahkan, jika nantinya pihak bawaslu Kabupaten Kediri menerima laporan pelanggaran yang dilakukan oleh ASN maka pihaknya akan melakukan beberapa tahapan proses. “mana kala ada temuan, ada pelaporan, yang sampai kepada kami maka akan kita proses sesuai kewenangan dimana ada proses investigasi, klarifikasi, mana kala benar-benar ada dugaan indikasi pelanggaran maka bawaslu akan merekomendasikan kepada komisi ASN”, tambahnya.

Terpisah, Andri Sugianto, Plt Kabid Pengembangan dan Kesejahteraan BKAD Kabupaten Kediri mengatakan, aturan-aturan dan sanksi bagi ASN yang melakukan pelanggaran telah diatur dalam undang-undang, salah satunya ialah mengenai netralitas ASN dalam pilkada.

“Mulai dari sebelum kampanye, dalam kampanye, sampai setelah kampanye itu ada batasan-batasan seperti contoh tidak ikut kampanye, tidak memasang baliho, kemudian foto bareng dengan calon pakai atribut tertentu atau memperagakan tanda-tanda tertentu yang menunjukkan dukungan kepada calon,” tutupnya. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar