Peristiwa

Bawaslu Jember Harap Partisipasi Masyarakat Awasi Tahapan Verifikasi Calon Independen

Komisioner Bawaslu Jember Dwi Endah Prasetyowati

Jember (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami keterbatasan sumber daya untuk memantau verifikasi faktual calon perseorangan. Lembaga ini mengerahkan staf kesekretariatan dan berharap pengawasan partisipatif.

Verifikasi faktual calon perseorangan oleh petugas pemungutan suara (PPS) dalam pemilihan kepala daerah Jember sudah berakhir pada 12 Juli lalu. Kali ini tahapan memasuki masa rekapitulasi tingkat kecamatan pada 13-19 Juli dan tingkat kabupaten pada 20-21 Juli, sebelum diumumkan hasilnya pada 24 Juli 2020.

Dalam proses verifikasi faktual, Komisioner Bawaslu Jember Dwi Endah Prasetyowati mengakui jika mengalami keterbatasan jumlah sumber daya manusia untuk mengawasi. Hanya ada 248 pengawas desa dan kelurahan yang bertugas. Alhasil, pengawasan pun hanya bisa dilakukan dengan cara uji petik (sampling).

“Kami memetakan titik rawan di setiap daerah. Setelah itu petugas disebar dan kami menggunakan sampling. Jika ada titik atau daerah yang daftar (berkas) dukungannya banyak, jika dibutuhkan, panitia pengawas kecamatan dan staf (sekretariat) ikut turun dengan membawa surat tugas,” kata Endah. Jumlah staf yang diperbantukan berbeda di setiap kecamatan, disesuaikan dengan kebutuhan pengawasan.

Terbatasnya jumlah pengawas ini yang membuat Bawaslu Jember berharap partisipasi masyarakat. “Kami sangat senang sekali jika ada masyarakat yang membantu mengawasi verifikasi faktual, karena yang kami butuhkan memang pengawasan partisipatif. Jika masyarakat melihat ada sesuatu yang berpotensi melanggar atau tak sesuai aturan, kami berharap bisa dilaporkan kepada kami,” kata Endah. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar