Peristiwa

Bawa Pemudik, 4 Bus Dipaksa Putar Balik di Tuban ke Arah Jateng

Tuban (beritajatim.com) – Meski ada larangan untuk mudik pada tahun ini, masih banyak kendaraan bus penumpang untuk Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masih nekat melakukan operasi dengan membawa penumpang yang akan mudik melintas di jalur Pantura Tuban, Senin (4/5/2020).

Bus yang masih nekat beroperasi tersebut berusaha menggelabui petugas dengan tidak mengindahkan keberadaan posko cek point yang ada di wilayah perbatasan Jatim-Jatim di Kecamatan Bancar dan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Sejauh ini sudah terdapat beberapa bus AKAP yang nekat mengangkut pemudik yang terjaring dalam penyekatan di jalur Pantura Tuban itu.

Data yang dihimpun beritajatim.com, penyekatan kendaraan terutama kendaraan bus penumpang umum dan juga mobil pribadi masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di wilayah Kabupaten Tuban. Hal tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada kendaraan bus yang membawa pemudik masuk di wilayah Jawa Timur.

“Penyekatan untuk kendaraan pemudik masih terus kita lakukan. Tadi malam kebetulan yang berhasil kita identifikasi bus PO Hariyanto,” terang AKP Argo Budi Sarwono, Kasat Lantas Polres Tuban.

Sedikitnya ada empat kendaraan bus dengan PO tersebut yang masuk wilayah Jawa Timur yang terpantau oleh petugas jajaran Polres Tuban yang melakukan penyekatan di perbatasan Jatim-Jateng. Yakni dua bus masuk wilayah melalui Kecamatan Bancar, Tuban yang merupakan jalur utama dan dua bus terdeteksi di masuk melalui jalur alternatif Kecamatan Jatirogo, Tuban.

“Semalam ada empat bus yang berhasil kita sekat. Dua bus berhasil di sekat di Pos Bom Tuban dan dua lainnya di pos cek point Jatirorogo,” tanmbahnya.

Sementara itu, untuk dua kendaraan bus yang dilakukan penyekatan di Pos Bom Kota Tuban itu lantaran pada saat kendaraan melintas di cek point Pos Bancar kondisi cuaca di wilayah Bancar itu hujan. Sehingga petugas yang mengetahui langsung menginformasikan ke Pos Lalu Lintas Boom Tuban untuk melakukan penyekatan.

“Pada saat hujan, bus itu melintas iring-iringan dua kendaraan terpantau oleh anggota, kemudian anggota pos Bancar langsung menginformasikan kepada anggota yang ada di Pos Bom yang kemudian dilakukan penyekatan,” paparnya.

Adapun berdasarkan data yang dihimpun beritajatim.com, bus AKAP tersebut masing-masing hanya membawa beberapa penumpang yang berasal dari Madura. Selanjutnya, semua kendaraan yang membawa penumpang tersebut langsung diminta untuk putar arah dan kembali ke wilayah Jawa Tengah.

“Keseluruhan kita putar balikan sesuai Instruksi Kebijakan Pemerintah tentang Larangan Mudik,” pungkasnya. [mut/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar