Peristiwa

Batu Besar Mirip Pipi Tangga Zaman Majapahit Ditemukan di Situs Kumitir Mojokerto

Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Mojokerto, Andi Muhammad Said saat melihat batu besar yang ditemukan di Situs Kumitir. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah batu besar ditemukan di area situs Kumitir, tepat di sebelah barat makam umum Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Batu besar tersebut ditemukan pertama kali oleh para penggali tanah uruk pada, Sabtu (11/4/2020) pekan lalu.

Salah seorang penggali, Sudar mengatakan, ditemukan pada, Sabtu (11/4/2020) sekitar pukul 11.30 WIB. “Penemuannya waktu menggali namanya Fendik. Dia menggali pasir dibawah pohon tapi gak bisa, digali terus bawahnya akhirnya menemukan batu itu,” ungkapnya, Jumat (17/4/2020).

Batu besar yang ditemukan tersebut berbentuk dua anak tangga yang bagian atasnya lonjong dengan posisi batu masih terpendam sekitar 1 meter dari permukaan tanah. Setelah dilaporkan ke pihak desa, tanah di sekitar lokasi dikeruk hingga nampak bentuk batu besar.

“Kalau temuan daerah sekitaran sini dua kali, yang pertama yah tembok di sebelah sana itu (Situs Kumitir, red) yang dari batu bata. Lokasinya di pembuatan batu bata merah dan ditemukan pengrajin batu bata merah. Kalau yang ini ditemukan penggali pasir warga sekitar,” katanya.

Sudar menambahkan, saat ditemukan pertama kali batu besar tersebut dengan posisi tengkurap dan kemudian dibalik ramai-ramai dengan penggali lainnya. Karena awalnya para penggali memprediksi jika batu yang ditemukan tersebut berukuran kecil.

Sementara itu, Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Mojokerto, Andi Muhammad Said mengatakan, pihaknya menduga batu besar tersebut merupakan pipi tangga untuk masuk ke sebuah lokasi. “Ini kelihatannya seperti pipi tangga menuju ke ruang yang besar, ruang yang nanti ada beberapa bangunan di dalamnya gitu,” jelasnya.

Masih kata Said, pihaknya juga menduga jika batu besar tersebut bukan pipi tangga untuk masuk ke gedung serbaguna atau gedung. Jika memang temuan tersebut merupakan pipih tangga makan seharusnya berpasangan. Namun para penggali masih menemukan baru buah.

“Wilayah kerajaan… Kemungkinan itu dugaan kita, kita belum bisa memastikan sampai saat ini. Ini bukan untuk sebuah candi atau bangunan tapi adalah sebuah lokasi atau ruang yang besar didalamnya ada kemungkinan beberapa bangunan,” tegasnya.

Said menambahkan, untuk dugaan sementara jika temuan batu besar tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Mojopahit. Hal ini bisa dilihat dari bahan yang digunakan, namun pihaknya belum bisa memastikan batu besar tersebut berasal dari masa pemerintahan siapa karena belum bisa spesifik untuk menentukan masa.

Situs Kumitir ditemukan para pengrajin batu bata merah di lahan pembuatan bata merah Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Situs Kumitir ini pertama kali ditemukan Muchlison dan Nurali saat menggali tanah untuk bata merah, Rabu (19/6/2019).

Struktur dari bara merah berupa talud atau tembok penguat tanah ini membentang dari selatan ke utara. Bangunan ini tersusun atas bata merah kuno yang masing-masing mempunyai dimensi 32x18x6 cm. Ketebalan struktur mencapai 140 cm. Sedangkan tinggi bangunan yang bisa digali sekitar 120 cm.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar