Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Baru Diresmikan, Jembatan Tunggulmas Ditutup Karena Dinilai Jadi Biang Kemacetan

Jembatan Tunggulmas Kota Malang ditutup.

Malang (beritajatim.com) – Jembatan Tunggulmas atau Tunggulwulung – Tlogomas, Kota Malang yang baru saja diresmikan Wali Kota Malang, Sutiaji pada Kamis (24/2/2022) lalu. Tiba-tiba ditutup pada Kamis, (21/4/2022) lalu.

Usut punya usut jembatan ini ditutup karena justru menjadi biang kemacetan di Jalan Raya Tlogomas. Padahal jembatan ini awalnya dibangun dan diresmikan untuk mengurai kemacetan saben hari di dua kawasan itu di Tunggulwulung dan Tlogomas. Ternyata keberadaan jembatan dianggap memindah kemacetan ke kawasan Tlogomas.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Yoppi Anggi Khrisna, mengungkapkan bahwa alasan penutupan karena hasil evaluasi bersama jembatan Tunggulmas menjadi penyebab kemacetan di kawasan Tlogomas hingga Landungsari. Hasilnya, jembatan harus ditutup sementara waktu.

“Analisa dan Evaluasi saat peresmian jembatan sampai saat ini ternyata jadi kemacetan. Karena arus kendaraan dari jembatan ke jalan raya bergantian dengan dari arah batu ke kota. Jadi setuju untuk penutupan sementara sambil menunggu anev lantas selanjutnya,” kata Yoppy, Sabtu, (23/4/2022).

Pada hari pertama penutupan, pengendara roda dua sempat mencoba menerobos water barrier yang dipasang oleh petugas. Satlantas Polresta Malang Kota kemudian mengelas pembatas agar tidak ada pengendara yang menerobos. Ditambahkan Yoppy, penutupan jembatan kemungkinan akan berlangsung selama Operasi Ketupat tahun 2022. Tetapi tidak menutup kemungkinan, bisa lebih cepat tergantung analisa dan evaluasi terbaru.

“Karena sebelumnya, Water Barrier yang kita gunakan sebagai pembatas untuk penutupan itu digeser dan dipindahkan oleh masyarakat. Sehingga kami ganti pembatas dengan besi yang dilas satu sama lainnya,” ujar Yoppy.

Sementara itu, salah satu pengendara yakni, Ibrahim mengaku heran dengan penutupan jembatan Tunggulmas. Dia merasa kesulitan saat melintas dari Tlogomas menuju Tunggulwulung. Hasilnya dia harus memutar melewati daerah MT Haryono atau Dinoyo. “Lah iya kalau ditutup harus memutar. Ngapain dibangun kalau akhir-nya ditutup,” tandas Ibrahim. (luc/kun)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar