Peristiwa

Bapenda Bojonegoro Uber Pajak dari Tanah Uruk Proyek JTB

Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak. Salah satunya dari Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dari proyek Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB).

Kepala Bidang Pajak Daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Fathin Hamamah mengatakan, untuk mengoptimalkan pendapatan pajak dari proses pengurukan ini salah satunya dengan melakukan penertiban pembayaran pajak bagi perusahaan pelaksana.

Pengurukan proyek gas yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC) tersebut dikerjakan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind).

“Kami mendatangi langsung kantor perusahaan yang mengerjakan pengurukan dan meminta bukti pembayaran pajak,” ujar Fathin, Selasa (10/12/2019).

Selain untuk mengoptimalkan pendapatan pajak, dengan mengetahui bukti pembayaran pajak tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tahu dari mana pengambilan tanah uruk selama ini. Namun, kunjungan Bapenda ke kantor Rekind tidak membuahkan hasil.

“Sebelumnya sudah empat kali ke sana (kantor Rekind) tetapi tidak ditemui. Dari kunjungan kami selasa kemarin hasilnya akan ada pertemuan lebih lanjut yang dimediasi oleh Bagian SDA,” terangnya.

Sementara, Field Manager PT Rekayasa Industri (Rekind), Zaenal Arifin, saat dikonfirmasi jurnalis beritajatim.com melalui pesan singkat yang dikirim belum memberikan jawaban.

Sekadar diketahui, pada kuartal III/2019 proyek JTB telah mencapai sekitar lebih dari 34 persen pada pembangunan Proyek Gas Processing Facility (GPF). Di mana dalam kegiatan tersebut proses akuisisi lahan telah dapat diselesaikan, dan juga pekerjaan sipil, seperti fasilitas jalan dan jembatan penghubung telah selesai.

Mobilisasi peralatan besar sebanyak enam unit untuk pembangunan Proyek Gas Processing Facility (GPF), Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB), dari Shop Fabricator BBI (Boma Bisma Indra) Pasuruan menuju JOB Site di Bojonegoro mulai dilakukan juga sudah dilakukan sejak 24 November 2019. Satu peralatan besar sudah sampai di lokasi. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar