Peristiwa

Bapak Ibu Bunuh Diri, Biaya Pendidikan Anak Ditanggung Bupati Malang

Malang (beritajatim.com) – Kasus bunuh diri pasangan suami istri (pasutri) yang berinisial JW (43) dan YI (38), asal Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pada Selasa (10/3/2020) kemarin, mendapat perhatian serius Bupati Malang, HM Sanusi.

Korban meninggal dunia meninggalkan tiga orang anak. Satu di antaranya bahkan masih berusia balita. Untuk meringankan beban keluarga korban dan anak-anaknya, Bupati Malang akan menanggung seluruh biaya pendidikan kedua anak pasutri tersebut.

Sanusi berniat membawa anak-anak korban masuk ke pondok pesantren (ponpes) yang diasuh Kiai Haji (KH) Safian, yang berada di wilayah Kecamatan Wagir.

“Kami turut prihatin dan berduka atas kejadian ini. Kami akan menanggung semua biaya pendidikan kepada anak dari pasutri tersebut,” ungkap Bupati Malang HM Sanusi, Rabu (11/3/2020).

Menurutnya, dengan kejadian kasus bunuh diri pasutri itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Malang agar selalu menjaga keharmonisan rumah tangga. Sehingga menyayangi keluarga di atas segala-galanya, dan pasutri agar tidak mementingkan ego pribadi yang bisa menghambat tumbuh kembang anak dan masa depan anak. Sebab, keluarga yang harmonis diawali dari hubungan yang baik antar keluarga.

“Dari kasus bunuh diri pasutri tersebut, maka yang menjadi korban anak, karena mereka sudah tidak memiliki kasih sayang orang tua. Selain itu, mereka juga masih butuh biaya pendidikan, dan butuh kelangsungan hidupnya. Dan dengan kasus itu, kini mereka sekarang menjadi anak yatim piatu,” papar Sanusi.

Sanusi berpesan pada seluruh masyarakat di Kabupaten Malang agar menjaga keharmonisan dalam rumah tangga semaksimal mungkin. Untuk keberlangsungan hidup dan masa depan anak-anak korban, dirinya siap menanggung semua biaya pendidikan hingga selesai sekolah sesuai dengan program pendidikan 12 tahun atau hingga lulus setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sanusi juga berharap kedua anak dari pasutri itu mau menempuh pendidikan di ponpes, selain mereka nanti mendapatkan ilmu agama, juga mendapatkan ilmu pendidikan umum.

“Nanti akan kita pondokkan. Sehingga bisa memperoleh ilmu agama dengan baik, serta bisa sekolah sampai lulus,” papar Sanusi. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar