Peristiwa

Banyak Genangan, Hujan di Surabaya Masuk Kategori Sangat Lebat

Surabaya (beritajatim.com) – Kepala BPB-Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengungkapkan, curah hujan yang terjadi di Kota Surabaya, Jumat (31/1/2020) masuk kategori sangat lebat. Hujan mengguyur Kota Pahlawan sejak pukul 16.00 dan hingga 19.30 WIB belum juga reda.

“Data dari BMKG, curah hujan 130 mm, dan ini masih terus naik. Artinya memang curah hujan sangat lebat,” ujar Eddy ketika dikonfirmasi.

Akibat hujan yang mengguyur, di berbagai titik di Kota Surabaya muncul genangan air yang cukup tinggi. Di Jalan Ciliwung misalnya. Di jalan raya ini nampak genangan air yang ada sudah mencapai lebih dari satu ban mobil. Bahkan, genangan pun terlihat masuk hingga ke dalam area kantor beritajatim.com.

Jalan Ciliwung, sekitar pukul 19.30 WIB, tengah ditutup total karena tidak memungkinkan dilalui kendaraan. Begitu pula di beberapa titik pemukiman warga. Informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber menyatakan bahwa rumah-rumah warga turut tergenang air hingga satu mata kaki orang dewasa. Area yang terdampak genangan air beberapa diantaranya adalah Ngagel, Jalan Mayjend Sungkono, Darmo Permai, Jalan Hayam Wuruk, dan Frontage Road A Yani.

Di sisi lain, beberapa waktu yang lalu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati memastikan bahwa jajaran Pemkot Surabaya telah memiliki berbagai upaya untuk mengantisipasi genangan. Salah satunya, memastikan 204 pompa yang berada di 59 titik rumah pompa, kondisinya baik. Dengan ini, diharapkan genangan yang terjadi bisa surut dalam kurun waktu kurang dari dua jam.

“Kalau terkait sarana prasarana di Surabaya, Insya Allah semua kondisinya siap. Apalagi sama Ibu wali kota pompanya juga sudah diganti yang besar-besar (kapasitas), sehingga air surutnya cepat,” kata Erna saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (16/1/2020).

Di samping itu, kata Erna, rumah pompa tersebut juga dibackup dengan genset. Hal ini untuk mengantisipasi ketika terjadi listrik padam, rumah pompa tersebut masih dapat bekerja. Setidaknya, ada 111 genset yang telah disiapkan pemkot untuk mendukung kinerja di rumah-rumah pompa.

“Sebagus apapun pompa kita, kalau listriknya mati dalam 10 menit saja misalnya, maka air pasti sudah langsung naik (meluap). Nah, itu sudah diantisipasi juga oleh Ibu Wali Kota dengan pengadaan genset,” ujarnya. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar