Peristiwa

Bantu Buka Puasa dan Sahur, Relawan Buka Dapur Umum di Kecamatan

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kecamatan Banyuwangi Kota di Banyuwangi terus melakukan berbagai upaya penanganan menghadapi pandemi virus corona di wilayahnya. Salah satunya, mereka membuat dapur umum untuk meringankan beban warga yang terdampak ekonomi.

Camat Kecamatan Banyuwangi M. Luthfi mengatakan, kegiatan dapur umum tersebut, sebelumnya telah berjalan sejak sebelum bulan ramadan. Jika sebelumnya hanya menyediakan untuk makan siang, khusus di bulan Ramadan ini mereka melayani buka puasa dan sahur.

“Selama bulan Ramadan, para relawan justru ektra kerjanya. Selain memasak, mereka juga membagikan makanan untuk buka puasa dan sahur,” kata Lutfi, Sabtu (9/5/2020).

Saat ini, lanjutnya, dalam satu hari dapur umum yang dipusatkan di aula kecamatan ini melayani 200 bungkus makanan untuk berbuka dan sahur. Bahan makanan yang akan dimasak, selain dipenuhi dari pihak kecamatan, juga berasal dari donasi dari para dermawan. Seperti pengusaha, pemilik toko sampai perbankan.

“Alhamdulillah di wilayah kecamatan kota banyak donatur yang bersedia membantu, sehingga dapur umum bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang,” ujarnya.

Dapur umum tersebut dikelola oleh relawan pemuda kecamatan yang berasal dari 18 kelurahan. Mereka memasak sekaligus membagikan makanan tersebut pada warga. Para pemuda mengkoordinir semua prosesnya, mulai belanja, memasak dan membagikan.

“Setelah dimasak dan dikemas, semua makanan dibagikan langsung oleh relawan kepada penerima. Seperti tukang becak, ojol, hingga ke rumah-rumah penduduk yang memang membutuhkan terutama lansia yang tinggal seorang diri. Mereka memang menjadi bagian dari Satgas Penanganan Covid 19 di kecamatan,” kata Lutfi.

Selain membuka dapur umum, kata Lutfi, Kecamatan Banyuwangi juga memiliki program bantuan bagi guru PAUD yang terdampak Covid 19. Program ini memberi bantuan kepada puluhan guru dari 24 PAUD se-kecamatan, berupa paket sembako selama tiga bulan.

“Saat ini banyak PAUD yang tidak mendapatkan pemasukan karena orangtua siswa juga banyak terdampak Covid 19 akhirnya tidak bisa membayar iuran sekolah. Dampaknya, guru banyak yang tidak mendapatkan gaji. Maka program sembako ini kami gulirkan untuk meringankan beban mereka,” bebernya.

Selain itu, kecamatan kota juga telah menyalurkan puluhan bantuan kepada warga terdampak yang belum terdaftar dalam program bantuan baik dari pemrintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Biasanya bantuan diberikan atas aduan warga yang masuk ke nomor Whatsapp kecamatan.

“Jadi selain bantuan dari ASN, kami punya program bantuan insidental hasil donasi dari pengusaha di wilayah kecamatan kota. Jadi apabila ada warga yang mengadu sebagai warga terdampak dan belum menjadi sasaran penerima program pemerintah, maka bantuan insidental itu yang kami salurkan. Ini sesuai instruksi Bupati Abdullah Azwar Anas, agar setiap kecamatan juga menyediakan stok sembako bagi warga yang tidak masuk skema bantuan sosial dari pemerintah pusat, provinsi, maupun APBD,” pungkas Lutfi. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar