Peristiwa

Cegah Banjir dan Longsor

Bantaran Kali Lamong Ditanami 25 Ribu Rumput Vetiver

Gresik (beritajatim.com) – Guna mencegah banjir dan tanah longsor di aliran Kali Lamong yang melintasi wilayah Kabupaten Gresik, jajaran TNI AD (Korem 084 Bhaskara Jaya) bersama Kodim 0817 Gresik, serta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) setempat melakukan penanaman 25 ribu rumput vetiver.

Penanaman rumput vetiver tersebut, dilakukan di dua desa. Yakni, Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, dan Desa Boboh, Kecamatan Menganti. Kedua desa itu, kerap kali menjadi langganan banjir saat air Kali Lamong meluap.

Komandan Resort Militer (Danrem) 084 Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto menuturkan, penanaman rumput vetiver di sepanjang Kali Lamong merupakan program kelanjutan Gubernur Jawa Timur. Tujuannya, untuk mengendalikan arus air Kali Lamong supaya tidak banjir dan terjadi tanah longsor.

“Jika tidak dikendalikan bisa menjadi air mata. Pasalnya, banjir dan tanah longsor bakal menghantui warga yang berada di bantaran Kali Lamong. Sedangkan dipilihnya rumput vetiver karena tanaman ini memiliki karakteristik bisa menahan longsor karena akarnya kuat,” tuturnya, Minggu (23/2/2020).

Ia menambahkan, untuk tahap awal. Ada 25 ribu tanaman rumput vetiver yang ditanam di bantaran Kali Lamong yang ada di dua desa. Yakni, Desa Morowudi dan Desa Boboh. “Sebanyak 25 ribu tanaman rumput vetiver sengaja ditanam di bantaran Kali Lamong. Sehingga, bahaya tanah longsor serta banjir tidak terjadi,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang turut hadir dalam penanamam rumput vetiver mengatakan, Kali Lamong yang mengaliri wilayah Gresik ada sekitar 57,7 kilometer. Dari total panjang sungai yang mencapai 103 kilometer. Untuk mencegah banjir, pihaknya terus berusaha menanggulangi.

“Kami sudah melakukan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (Larap) terkait dengan kondisi tanah yang akan dibebaskan untuk menorlamisasi Kali Lamong,” katanya.

Dari kajian Larap itu lanjut Sambari, ada 149,9 hektar yang masuk data Larap. Termasuk, diantaranya tanah TKD dan tanah lainnya. “Di P-APBD kami juga menggarkan Rp 50 miliar guna menanggulangi Kali Lamong,” tandasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar