Peristiwa

Banser Datangi Kantor Kecamatan Buduran

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sekitar 20 perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serba Guna (Banser)
Kecamatan Buduran, mendatangi kantor Kecamatan Buduran, Sabtu (19/12/2020).

Kedatangan pengurus PAC GP Ansor Buduran ini terkait dari adanya edaran dari pihak Plt Camat Buduran, yang tak berkenan adanya pengerahan pengamanan anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dalam Pilkades di Kecamatan Buduran.

Pembina Banser Kecamatan Buduran M. Ali Subhan mengatakan, kedatangan para pengurus PAC Ansor Buduran dan Banser Buduran ini untuk klarifikasi kepada Plt Camat Buduran soal larangan adanya pengamanan dari Banser dalam Pilkades serentak di Sidoarjo (Wilayah Buduran red,).

“Kami ingin mempertanyakan kenapa yang disebut dalam surat edaran itu Banser. Ada apa sebetulnya? Toh di Buduran juga banyak organisasi yang ada. Seperti Kokam, FKPPI, dan lain sebagainya. Tapi dalam surat edaran, yang disebut hanya Banser. Maksud dari surat edaran ini apa sejatinya?,” katanya mempertanyakan.

Subhan menambahkan, pihaknya mengetahui dalam soal pengamanan sudah menjadi tanggungjawab Pemerintah, TNI, dan Polri. Pihaknya juga tidak akan ikut campur dalam pengamanan selama tidak ada tugas atau permintaan dari pihak yang berwenang.

Meski ada kader Ansor atau Banser yang mencalonkan, organisasinya tidak akan memanfaatkan untuk pengerahan massa atau lainnya. “Kalau kader Ansor atau Banser yang mencalonkan, yang dilakukan tidak lain hanya mendukung dan berdoa. Tidak mungkin selebihnya itu. Seperti mengerahkan massa atau mempengaruhi massa. Karena Ansor dan Banser menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam pilkades,” tegas aktivis lingkungan tersebut.

Sikap setelah tidak bisa bertemu dengan Plt Camat Buduran Aan Alifauzansyah? Subhan menyatakan akan tetap minta klarifikasi dan berusaha ingin tetap ketemu dengan Plt Camat Buduran. “Saya akan terus menghubungi dan minta waktu bertemu dengan Plt Camat Buduran. Maksud dan tujuan surat yang sudah beredar di tengah masyarakat, khusunya untuk panitia pilkades ini apa sebenarnya,” tandasnya.

Pasca mendatangi Kantor Camat Buduran dan menunggu hingga lebih dari 2 jam, Plt Camat Buduran Aan Alifauzansyah tidak datang ke kantornya, perwakilan PAC GP Ansor dan Banser Buduran meninggalkan lokasi.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, Plt Camat Buduran Aan Alifauzansyah belum memberikan pernyataan resmi soal klarifikasi PAC Ansor dan Banser Buduran ini. Ponsel Plt Camat Buduran yang dihubungi juga tidak diangkat.

Seperti diketahui, Pilkades serentak di Sidoarjo bakal digelar di 175 desa yang tersebar di 18 kecamatan. Data di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kab. Sidoarjo, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pilkades di Sidoarjo sebanyak 648.419 orang. DPT tersebut terbagi menjadi dua, 572.086 orang untuk DPT sistem manual dan 76.333 orang untuk yang menggunakan sistem e-voting.

Pada pelaksanaan pilkades kali ini, pemungutan suara tidak dipusatkan di satu tempat atau di balai desa saja. Setiap desa akan dibuka banyak TPS, dengan perhitungan setiap satu TPS maksimal 500 orang pemilih. Artinya, jumlah TPS menyesuaikan jumlah pemilih. [isa/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar