Peristiwa

Banjir, Warga Tempuran Mojokerto Mengungsi

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto bertahan dari banjir yang merendam sejak, Minggu (2/2/2020). Namun tak jarang, sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah saudara yang tidak terendam banjir.

Seperti yang dilakukan Muhammad Sueb (48) mengatakan, ia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah saudara. “Mau ke Balongpanggang, rumah orang tua menantu saya karena disini,” ungkapnya, Selasa (4/2/2020).

Masih kata Sueb, saat ini air banjir masuk ke rumahnya dengan ketinggian 70 cm sehingga ia memilih untuk mengungsi. Warga Dusun Bekucuk ini bersama anak, anak menantu dan dua cucu yang mengungsi ke Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.

“Banjir masuk rumah sejak kemarin dan tadi pagi lebih tinggi dari kemarin sehingga kami memilih mengungsi. Karena pernah seminggu banjir merendam rumah kami, ketinggiannya sama dengan tahun lalu. Di sini banjir jadi langganan sejak dulu tapi sekarang parah,” katanya.

Sueb berharap instansi terkait bisa melakukan perbaikan irigasi yang dinilai juga menjadi penyebab karena fasilitas pembuangan air tersebut tidak lancar. Sehingga ia berharap dengan perbaikan saluran irigasi bisa lancar dan banjir tidak lagi menjadi langganan.

Sementara itu, Danton Linmas Desa Tempuran, Sugianto menambahkan, banjir masuk Desa Tempuran sejak Sabtu (1/2/2020). “Sabtu hanya semata kaki, Minggu naik dan sekarang ada yang sampai selutut orang dewasa. Ini karena sungai meluap dan Dam Sipon tidak lancar,” tambahnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar