Peristiwa

Banjir, Warga Kompleks TPK Bojonegoro Terisolir

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sekitar 30 orang warga Desa Sukorejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro dievakuasi akibat banjir. Rumah mereka terendam air hingga kurang lebih 50 centimeter dari luapan anak Sungai Bengawan Solo.

Warga yang terisolir tersebut karena akses keluar masuk rumahnya melalui kompleks Tempat Penampungan Kayu (TPK) Bojonegoro. Sedangkan banjir di TPK juga tinggi. Evakuasi dilakukan Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli bersama anggotanya menggunakan perahu karet.

Menurut Kapolres, proses evakuasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kemanusian terhadap sesama, melalui program Polisi Dulure Dewe (PDD). Kapolres turun langsung ke lokasi banjir dibantu Kasat Sabhara AKP Yusis Budi Krismanto, Satlantas dan beberapa anggota.

Kapolres memerintahkan kepada seluruh anggota untuk siaga banjir dan mendata wilayah, warga terdampak, serta menghitung kerugian yang diderita akibat banjir. “Kami telah memerintahkan seluruh jajaran agar sigap memberikan bantuan kepada warga yang memerlukan,” ungkap Kapolres.

Kapolres mengimbau agar selalu waspada jika intensitas hujan lebat dan tinggi untuk segera mengantisipasi serta siap siaga. Selain itu, jika memerlukan bantuan Polisi agar segera menghubungi kantor Polisi terdekat untuk cepat diberikan bantuan.

“Polres Bojonegoro dan jajaran siap bersiaga penuh jika warga memerlukan bantuan dan kehadiran kami ditempat,” imbuh Kapolres.

Selain turun langsung di lokasi banjir di Desa Sekorejo, pada Selasa (5/3/2019) tadi malam Kapolres juga turun langsung ke lokasi banjir di Kecamatan Dander sekaligus mengatur arus lalu lintas di jalan raya yang terkena banjir. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar