Peristiwa

Banjir Terjang Enam Desa di Jombang

Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak enam desa di Kabupaten Jombang diterjang banjir, Rabu (2/12/2020). Enam desa tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Mojoagung, Sumobito, dan Jogoroto.

Kondisi terparah di Kecamatan Mojoagung. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Oleh karena itu, Rabu dini hari warga yang rumahnya terkena banjir sempat mengungsi di balai desa terdekat. Namun saat ini, semakin siang, air semakim surut.

Di Kecamatan Mojoagung, ada empat desa yang terimbas banjir. “Banjir Mojoagung disebabkan luapan Sungai Catak Banteng dan Sungai Gunting. Luapan itu akibat guyuran hujan deras,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Gunadi.

Gunadi menjelaskan, hingga Rabu pagi ketinggian air bervariasi. Diantaranya Dusun Kalibening, Tanggalrejo, Subontoro Timur,  Mojotrisno, Dusun Kebondalem, Pekunden, ketinggian air sekitar 50 centimeter dan Desa Tejo sekitar 10 – 30 centimeter.

Banjir Mojoagung rutin setiap tahun, ketika musim hujan. “Saat ini banjir berangsur surut. Aktifitas warga kembali normal,” kata Gunadi menambahkan.

Selain Mojoagung, Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito dan Dua dusun di Desa/Kecamatan Jogoroto juga dilanda banjir.  Ketinggian air mencapai 20 – 60 centimeter. Sama halnya dengan Mojoagung, kondisi genangan air ditempat ini juga mulai surut.

Di Kecamatan Jogoroto, banjir menerjang Dusun Kedungbendo dan Dusun Sumbernganten. Di kawasan tersebut ketinggian air 50 centimeter. “Namun banjir berangsur surut,” pungkasnya. [suf/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar