Peristiwa

Banjir Tempuran, BPBD Kabupaten Mojokerto Gelar Rakor dengan Perum Jasa Tirta

BPBD Kabupaten Mojokerto bersama relawan mitra melakukan pembersihan pintu di DAM Sipon yang ada di Sungai Brantas. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Terkait banjir yang merendam Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Perum Jasa Tirta. Hasilnya, disepakati ada beberapa hal yang akan dilakukan dalam jangka pendek.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, rakor digelar untuk mencari solusi agar air di rumah warga yang terdampak cepat surut. “Ada dua dusun di Desa Tempuran yang terendam banjir sejak Minggu kemarin. Yakni Dusun Bekucuk dan Tempuran,” ungkapnya, Kamis (6/2/2020).

Setelah mencermati kondisi pintu air di DAM Sipon saat ada sampah dan tidak ada sampah, laju air tetap deras tidak ada beda yang menyolok. Sehingga, lanjut Zaini, perlu solusi lain dan rencana gerakan bersih-bersih DAM Sipon yang ada di Sungai Brantas dengan melibatkan bantuan marinir sementara ditangguhkan.

“Dari hasil rakor, diupayakan pengurangan air yang masuk ke Sungai Watudakon dan afur Balong Krai untuk diarahkan ke tempat lain. Ini akan dikoordinasikan dengan UPT PSDA, karena setelah dicermati dan dievaluasi air yang melintas di pintu DAM Sipon cukup deras dan normal,” katanya.

Namun, lanjut Zaini, kondisi air di dua dusun tersebut surutnya lambat. Sehingga asumsi banjir di Desa Tempuran disebabkan oleh pintu DAM Sipon tersumbat tidak sepenuhnya benar. Namun jika dikatakan banyak sampah, hal tersebut dibenarkan.

“Tetapi setelah sampah berkurang tidak berbanding lurus dengan penurunan air di dua dusun tersebut. Ini sesuai penjelasan dari Kepala Perum Jasa Tirta,” tegasnya.

Ketinggian air banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ada trend penurunan namun lambat. Yakni dari 40 cm sampai 50 cm menjadi 30 cm sampai 40 cm. di Dusun Tempuran ada 57 rumah dengan jumlah 63 Kepala Keluarga (KK) atau 209 jiwa dan di Desa Bekucuk ada 410 rumah dengan jumlah 455 KK atau 1822 jiwa yang terdampak banjir.

Total dari dua dusun terdampak banjir luapan sungai tersebut mencapai 2.031 jiwa. Sementara Dapur Umum dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto menyiapkan nasi bungkus sebanyak 2.100 bungkus nasi untuk pagi dan 1.300 bungkus nasi untuk sore hari.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar